Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Latihan Menembak Ala Jombang Shoting Club

Anggota Jombang Shoting Club (JSC) latihan menembak menggunakan Air gun di Perumda Desa Candi, Sabtu (4/7). latihan menembak tersebut untuk menunggu waktu berbuka puasa. (Foto : Rony Suhartomo)


Beritajombang.net - Jombang - Banyak cara  yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu sembari menunggu bedug magrib. Salah satunya, yakni dengan belajar menembak. Selain menghabiskan waktu, kegiatan ini juga dilakukan untuk memasyarakatkan  olah raga tembak di Kota  Santri. Sebab, hingga  saat ini kegiatan menembak sepertinya masih sedikit asing bagi warga Kabupaten Jombang. Seperti yang dilakukan komunitas JSC (Jombang Shooting Club) pada Sabtu kemarin (4 Juli 2015). Dengan menggunakan berbagai jenis air soft dan air gun, para pemuda laki-laki maupun perempuan ini terlihat asyik mengokang senjata milik mereka, di lapangan tembak di Perumda Desa Candi, Kecamatan Jombang. Dengan mimik wajah yang cukup serius, mereka fokus ke target yang berjarak sekitar 5 hingga 25 meter. Tergantung dengan jenis air gun yang digunakan. Menurut Tito Kadarisman, sekretaris umum Perbakin Jombang,  ada berbagai jenis air gun yang digunakan dalam latihan menembak ini. Mulai dari  replica Makarov,  hingga jenis senjata laras panjang atau PCP. ’’Untuk laras pendek jenis revolver, jarak tembaknya lima meter sedangkan untuk laras panjang maksimal 25  meter,’’ ujarnya. Ia menambahkan, dalam kegiatan ini tidak hanya anggota klub saja yang diperbolehkan mengikuti latihan menembak. Warga masyarakat yang pun diperbolehkan untuk turut serta. Mereka meminjamkan dan melatih warga untuk menggunakan replika senjata api ini.  ’’Kegiatan ini untuk memasyarakatkan olah raga  tembak di Jombang. Sehingga warga Jombang sudah tidak asing lagi dengan yang namanya menembak,’’  tambahnya. Ia pun berharap, dengan adanya kegiatan ini banyak warga Jombang yang kemudian menggandrungi olah raga ini. Sehingga bisa muncul atlet-atlet tembak dari Kota Santri yang bisa bertarung baik di ajang daerah maupun nasional. ’’Sampai saat ini sudah ada 62 anggota di JSC ini. Harapannya ke depan semakin banyak lagi atlet-atlet penembak yang bisa lahir dari Jombang,’’ pungkasnya.(ony)

Peringati May Day, Masyarakat Jombang Tuntut Hak Dasar Rakyat Dan Tutup Minimarket Bodong

Ratusan buruh Jombang konvoi dan berorasi di depan kantor Pemkab Jombang

Jombang - Beritajombang.net - Ratusan buruh Jombang gelar aksi may day dengan longmarch dari Taman Kota Kebon Rojo menuju kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Mereka menuntut pemenuhan hak-hak dasar rakyat demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jombang, Jumat (01/05/2015).
Para buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Jombang, dalam memperingati may day mengajak masyarakat bersama perkuat persatuan dalam gerakan dalam mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar rakyat.
"Berikan jaminan keadilan hukum bagi rakyat untuk memperoleh hak dasar rakyat, demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat jombang. Pemerintah wajib melindungi hak-hak normative buruh, dan tindak tegas pengusaha yang melanggar hak normative buruh" Kata Bagus Santoso, dalam orasinya di depan ratusan buruh.
Sejumlah tuntutan aksi buruh dan masyarakat Jombang dalam memperingati hari buruh (May Day) yakni,
1. Turunkan harga sembako
2. Tolak kenaikan upah 2 tahun sekali (RPP tentang sistem pengupahan)
3. Hapus inpres no. 9 th 2013
4. Tutup segera minimarket bodong di kab. Jombang
5. Berikan hak atas tanah bagi petani wonomerto-wonosalam
6. Hapus outshourching
7. Angkat segera pegawai honorer (K2) menjadi PNS di Kab. Jombang
8. Berikan jaminan kebebasan berserikat
Bagus santoso menambahkan, masyarakat jombang harus bersatu dalam pemenuhan hak-hak dasar normative. Di hari peringatan buruh bukan tidak mungkin itu terpenuhi dengan bersama membangun persatuan demi terciptanya hak dasar tersebut, "Pungkasnya.(ony)

Aktivis LSM SIGMA Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Pengadilan Negeri Jombang

Aktivis dari LSM SIGMA Indonesia (Sinar Generasi Masa Depan) Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (9/3). Para aktivis tersebut mendukung pemerintah terhadap pelaksanaan hukuman mati kepada pelaku pidana narkoba serta dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak takut kepada tekanan negara asing. BEJONET/Aji/Ony.

JFP Gelar Pameran Fotografi Ponsel


Sejumlah warga melihat foto yang dipamerkan pada Car Free Day di Jalan Wahid Hasyim Jombang, Jawa Timur, Minggu (8/3). Pameran yang digelar komunitas Jombang Fotografi Ponsel Jombang itu menampilkan sekitar 72 karya foto yang dibuat menggunakan kamera HP. Ony

Yuk, Ikut Mengajar di Kelas Inspirasi di Jombang




Beritajombang.net - Kelas Inspirasi terus bergulir. KI Jombang mengajak anda kalangan profesional untuk bergabung dalam Kelas Inspirasi Jombang. 

Kegiatan ini menggerakkan pekerja profesional untuk menjadi guru sehari di Sekolah Dasar (SD) negeri di Jombang. 

Untuk tahun ini, para pekerja profesional akan mengajar secara serentak di 27 kota di Jawa Timur, pada Senin 29 September 2014. Lebih kurang 1.500 relawan dari 27 kota di Jawa Timur akan berpartisipasi untuk hari inspirasi ini.

Kelas Inspirasi ini tak sekadar menjadi ajang berbagi semangat berjuang mencapai cita-cita dan pengetahuan profesi dalam satu hari. 

Kegiatan juga menjadi kesempatan silaturahim antara penggerak pendidikan di sekolah dengan kalangan professional.

Kelas Inspirasi sepenuhnya bersifat kerelawanan dan menyaratkan pengorbanan kepada relawan dengan meminta mereka untuk cuti saat hari mengajar, yaitu tanggal 29 September 2014. “Kami membutuhkan relawan pengajar, relawan fotografer dan videografer yang akan menjadi tim dokumentasi kegiatan ini,” kata Koordinator Kelas Inspirasi Jombang, Fatma.

Pendaftaran relawan pengajar, fotografer dan videographer, dibuka mulai 1 Juli 2014 sampai dengan 17 Agustus 2014, melalui website kelasinspirasi.org. 

Selain diminta untuk cuti pada hari inspirasi, para relawan juga diminta menghadiri pembekalan, melakukan observasi ke sekolah, juga menghadiri sesi refleksi dan evaluasi. “Para relawan pun diharapkan mempersiapkan materinya dengan sungguh-sungguh,” ujarnya. 

Kelas Inspirasi kali pertama dihelat di Jakarta pada tanggal 25 April 2012. Yang istimewa, Kelas Inspirasi diusung, diinisiasi, dan dikelola secara mandiri oleh para relawan di berbagai kota. 
Diharapkan gerakan ini menjadi gerakan yang terus tumbuh secara organik di kalangan masyarakat sipil untuk menjadi wahana aktivitas yang melibatkan lebih banyak lagi pihak dalam rangka memajukan pendidikan Indonesia bersama-sama.

Mari berbagi cerita yang dapat menumbuhkan cita. Jejak langkah profesimu sebagai awalnya. Sudah saatnya para profesional turut mengambil peran dalam pendidikan anak bangsa. Sebarkan virus inspirasi demi membangun mimpi. aji

UKM Teater Ringin Conthong Gelar Pentas Kesalahpahaman

Salah satu adegan dalam pementasan.
FOTO : Rahmat Sularso Nh./bejo.NET

JOMBANG. beritajombang.net - Teater UKM Ringin Conthong STKIP PGRI Jombang kembali menggelar pentas mandiri di STKIP PGRI Jombang Sabtu (9/11). Membawakan naskah Motinggo Busye, Perempuan Itu Bernama Barabah dengan Sutradara Nur Azizah sebelumnya sudah dipentaskan di beberapa tempat seperti Gedung Sasana Budaya Malang, Aula Universitas Madura Pamekasan, Aula IAIN Sunan Ampel Surabaya dan terakhir di Aula STKIP PGRI Jombang.

Barabah, merupakan perempuan muda yang menjadi istri kesebelas dari Banio. Banio sendiri adalah seorang lelaki senja (70). Kesalahpahaman antar kedua tokoh utama tersebut menjadi alur utama cerita pementasan ini. Persoalan lama antar suami-istri yakni kecemburuan karena pengalaman sang suami yang telah begonta-ganti istri. Demikian sebaliknya, Banio tidak jarang mempersoalkan kecantikan istri mudanya itu.

Tibahlah ketika Zaitun, perempuan muda cantik bertailalat didagunya datang dari kota untuk mencari Banio. Barabah mengingat kembali perkataan yang pernah dilontarkan suaminya jika keinginannya untuk menikah masih ada. Kecurigaan pun memuncak tatkalah Barabah menganggap Zaitun sebagai calon istri keduabelas suaminya. Demikian dengan Banio, cemburu membabibuta ketika menjumpai Barabah di rumah dengan seorang lelaki muda dengan paras rupawan. Lelaki yang bekerja sebagai kusir kuda itu bernama Adibul. Adibul sendiri pada dasarnya adalah calon suami Zaitun.

Tujuan Zaitun dan Adibul berkunjung ke rumah Banio adalah meminta restu sebelum keduanya menikah. Ternyata Zaitun anak Banio dari isteri keenamnya yang bernama Robiatul. Mereka urung datang bersama karena terpisah di stasiun sehingga menjadi kunci kesalahpahaman antara Banio dan Barabah. (lar)

Lihat Karnaval di Jombang, Pulang Bawa Hadiah

Polres Jombang bekerja sama dengan Jombang Photography Community menggadakan LOMBA FOTO :
" Karnaval jombang 2013 "
sub tema : 
1. Marching band(Drum corp Akpol Semarang) 
2. Dinamika jombang mewarnai Indonesia.

Syarat lomba: 
1.Lomba foto bersifat lokal
2.Terbuka untuk umum
3.Tidak dipungut biaya(Gratis)
4.Foto milik pribadi (bukan karya orang lain)n bukan stock foto, dan diambil pada saat acara berlangsung
5.Foto harus sesuai tema"karnaval jombang 2013" sub tema *marching band Drum Crops Akpol Semarang* *dinamika jombang mewarnai Indonesia*.
6.Lokasi obyek pengambilan foto diseluruh rute karnaval 2013.
7.Jumblah foto dibatasi tiap peserta max 3 foto.
8.Ukuran file digital foto disimpan dalam format JPEG medium(minimum skala 6)nama filedigital: nama peserta_judul_lokasi pemotretan_no hp_alamat email._
9.Tidak diperkenankan mencantumkan data,tulisan/gambar apapun dibagian depat foto.
10.Rekayasa digital diizinkan sebatas sama dengan yang biasa dilakukan dalam kamar gelap fotogarfi film,yaitu:cropping,kontras, dodging,burning dan saturasi.
11.Semia foto pemenang menjadi milik panitia dan apabila panitia menggunakan foto untuk keperluan pubilkasi akan meminta izin kepada pemilik foto.
12.Foto harus sudah diterima panitia pada tanggal 14 September dan selambat-lambatnya tanggal 16 September 2013 pukul 21.00
14.Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila di anggap melakukan kecurangan.
15.keputusan dewan juri sah dan tidak dapat diganggu gugat.
16.Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua pesyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia.

Syarat pengumpulan foto :
1.Karya foto dapat dikirim soft file :
* maksimal 3 foto berbeda dalam bentuk file digital sesuai syarat di atas.
*dimasukkan dalam satu folder dan maksimal besaran folder 10(sepuluh) MB
Karya foto dapat dikirim ke alamat email lombafotojbg@gmail.com atau lombafotojbg@yahoo.com
2.Pengiriman melalui fisik :
*maksimal 3 foto berbeda dalam bentuk file/softcopy dalam bentuk cd/dvd.
3.Foto dapat diantar langsung ke alamat :
Sekretariat panitia Lomba Foto Graha Media (PWI) Jl.Wahid Hasyim Jombang
Dengan menghubungi Jalal (081235905090 atau 0321 7227223)

Dewan Juri :
1. Pihak Polres Jombang
2. Luhur Wahyu (JPC)
3. Jalaluddin Hambali (Radar Mojokerto)

Aji

Dahsyatnya Ngontel Bandung Hingga Bali

Foto : Munthis Stanislavski/bejo.NET
Jombang, beritajombang.NET - Kalau sudah menjadi hobi apa saja bisa diterjang. Meski harus berlumur eluh dan meregang lelah. Itulah yang tergambar pasangan kekasih Antoni dan Erna dari Bandung, Jawa Barat. Sengaja menghabiskan liburan ke Pulau Bali dengan cara yang tidak biasa. Bersepeda adalah pilihan alat transportasi yang digunakan menuju pulau para dewa tersebut.

Mulai berangkat sejak (1/8) dari Bandung menuju ke Bali. Perjalanan ini terbilang tidak biasa sebab jarak yang ditempuh mencapai ratusan kilometer dan harus menyebrang lautan pula. Namun kalau sudah menjadi tekat sudah tidak dapat dibendung meski kalau ukuran orang biasa ini melihat sebagai perjalanan yang dahsyat.

"Saya sudah mulai menyukai bersepeda dari tahun 2008. Mulanya hanya digunakan kalau berangkat menuju kantor," ungkap Erna, perempuan cantik berparas oriental.

Dulunya hanya untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Makanya mencoba menggunakan sepeda bersama rekan kantor lainnya. Lambat laun mulai tumbuh benih cinta bersepeda dan menjadi kebiasaan. Berikutnya mulailah mencoba bersepeda dengan jarak yang cukup jauh dan menemukan hal-hal baru saat bersepeda.

Perjalanan ini dilakukan dengan konsisten sejak hari pertama start. Kecepatan dijaga agar bisa bertahan hingga ke pulau seribu pura tersebut. Jika sudah merasa lelah mengayuh maka beristirahat sejanak baru kemudian dilanjutkan kembali.

Antoni, rekan perjalanan Erna menjelaskan, "Tantangan terberat adalah melawan angin yang kencang di Jalur Pantai Utara (Pantura). Walaupun sudah mengayuh sekuat tenaga tetap saja masih terhempas oleh angin."

Mereka sengaja mencoba jalur peninggalan Belanda itu. Bahkan sesekali ada kendala pada sepedanya mereka sudah bersiap membawa ke toko sepeda di kota yang meraka singgahi. Selebihnya tantangan lain adalah jalan yang dilewati, terkadang ada jalan landai atau sebaliknya malah menanjak tajam dan membutuhkan tenaga ekstra untuk melewati.

Jombang disinggahi setelah start kembali dari Caruban, Kabupaten Madiun Jawa Timur setelah istirahat di hari kelima. Di sambut oleh Komunitas Jombang Bersepeda dari gapura masuk Kabupaten Jombang di Kecamatan Perak. Setelah itu mereka singgah di Graha Media untuk bertegur sapa dengan pesepeda Jombang dan merasakan sensasi bersepeda malam saat Ramadhan di Jombang dengan mengunjungi kawasan makam Gus Dur.

Rencananya baru besok melanjutkan perjalanan menuju Bali. Jombang di pilih sebagai tempat peristirahatan setelah perjalanan dari Caruban sampai Jombang karena medannya cukup berat dan lalulintas yang padat oleh kendaraan pemudik. Perjalanan ini mereka anggap juga sebagai latihan awal sebelum mencoba bersepeda ke Nepal pada tahun depan.

"Kami berharap tahun depan bisa bersepeda ke Nepal. Ini kami sebut sebagai simulasi awal untuk perjalanan internasional kedepan." tegas Erna di sela istirahat di Graha Media. (lar/beritajombang.NET)

HUT Bhayangkara, Polres Jombang Khitan 67 Anak

foto : Yusuf / Luhur Wahyu / beritajombang.NET
Polres Jombang menggelar khitan massal dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-67, Rabu (12/6/2013). Acara yang di buka oleh Kapores Jombang, AKBP Tribisono itu diikuti 67 anak.

"Khitan massal ini dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-67.
Kebetulan, yang mengikuti khitan massal ini juga 67 anak. Mereka
berasal dari 21 kecamatan di Jombang," kata Kapolres Jombang, AKBP Tri
Bisono Soemiharso.

Tri Bisono menjelaskan, kegiatan sosial tersebut guna mempererat hubungan antara polisi dengan masyarakat. "Karena
fungsi dari Polri adalah pengayom masyarakat. Oleh karena itu
komunikasi keduanya harus terus dipupuk," ujarnya.

Diantara anak-anak yang menjalani khitan, terdapat satu anak yang
berusia paling muda. Dia adalah Umair Abdul Rozaq (6), putra dari
Nuruddin (37), warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.
Meski masih duduk di bangku TK, namun Umair tidak menangis saat ujung
alat kelaminnya dipotong.

Dia mengatakan, khitan bagi anaknya ini bukan karena paksaan. "Anaknya
sendiri yang minta, kami turuti karena memang anaknya yang mau,"
pungkasnya. [lw2]

Blind Hunting ala JPC (Lebih Peka Mengatur Cahaya)

Jombang (beritajombang.net) - Sebuah komunitas fotografi Jombang yang akrab disebut dengan Jombang Photography Community (JPC) mengadakan acara hunting bersama, Jumat (24/5). Hunting tersebut dilakukan di area pasar dekat pemakaman Gus Dur, Cukir. Selain untuk lebih mengakrabkan anggota, tujuan hunting bersama ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan anggotanya untuk memahami "metering" dalam kamera. Yang menarik, semua LCD kamera anggota diharuskan untuk ditutup. "Biar lebih peka sama cahaya yang masuk, gak terus bergantung sama fasilitas kamera", ujar Doni, Koordinator JPC. Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi foto hasil hunting bersama. Antar anggota saling memberikan saran dan kritik agar dapat menghasilkan karya yang lebih baik. fir.Berita Jombang

Bakti Sosial "Donor Darah" Bersama PESANTREN Vespa

Jombang ( beritajombang.Net ),Sebagian masyarakat mungkin beranggapan kalau anak Vespa itu hanya melakukan touring dan menghadiri event klub Vespa saja. Namun lainnya halnya dengan para bikers PESANTREN Vespa Jombang. Mereka ingin membuktikan para bikers atau anak club motor (khususnya Vespa) tidak hanya jalan-jalan melainkan juga sering mengadakan kegiatan bakti sosial.

Club PESANTREN Vespa (Pecinta Scotter Antik & Keren) yang diketuai oleh Lukman Hakim melakukan touring dibarengi dengan bakti sosial di Desa Blimbing, Kec.Gudo dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Donor darah dilaksanakan pada hari Minggu (28/4/2013) di Puskesmas Desa Blimbing, dengan dibantu warga setempat, teman2 Pesantren vespa dan warga sangat bersemangat dan antusias hingga terkumpul 63kantong darah hasil dari donor darah tersebut.

"Kami sengaja mengadakan di Desa Blimbing ini dengan harapan bisa mengajak sesama dan genarasi muda untuk sadar akan manfaat Donor Darah. Karena beberapa khasus kita lebih sering melihat kesulitan mendapatkan pasokan darah di beberapa instansi kesehatan, dan terkadang kita tidak tahu bahwa orang-orang di luar sana masih banyak yang membutuhkan bantuan kita dan kami pun mengharapkan dengan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dalam mendapatkan pasokan darah, khususnya di Jombang," ujar Ariyono, saat menghubungi beritajombang.net, Minggu (28/4/2013).

Anang, salah satu anggota Pesantren juga mengatakan bagi masyarakat di wilayah Jombang dan sekitarnya yang ingin ikut bergabung di Club Pesantren Vespa bisa menghubungi nomor handphone 085706959069 (Bro Agus Wo).

"Karena semakin banyaknya anggota diharapkan kedepan lebih banyak lagi kegiatan positif yang dilakukan. Sudah seharusnya selalu bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang sudah kita punya sehingga kita dapat membantu mereka yang membutuhkan. Mari kita berbagi senyuman, karena mereka juga saudara kita " harapnya. aji

 
Copyright © 2015 Hallo Jombang. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger