Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Tampilkan postingan dengan label Regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Regional. Tampilkan semua postingan

Wirausahawan Busana Pengantin


Yusuf menunjukan cara menjahit gaun pengantin. (rahmat/bejo.net)
beritajombang.net, PETERONGAN - "Pengalaman adalah sekolah unggulan; tapi biayanya mahal." Ungkapan Heinrich Heine itu layaknya sudah mewakili perjalanan hidup Muhammad Yusuf Muzaqi. Entrepreneur atau wirausahawan muda asli Jombang ini sudah berhasil mengembangkan usaha di bidang faishon atau mode. Ia mampu menembus pasar di luar Jawa Timur. 

Yusuf, panggilan akrabnya, menceritakan awal usahanya bukanlah sebuah perjalananan mudah. Ia harus datang dan pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk menawarkan kreasinya. Sebuah penolakan dengan nada kasar pun baginya sudah seperti makanan keseharian. Masih banyak yang beranggapan kalau berjualan busana tidaklah harus datang dari rumah ke rumah. Melainkan harus memiliki sebuah gerai atau butik sendiri, terlebih yang ditawarkan termasuk busana pesta.

“Masih saya ingat ketika ada yang mengatakan cara saya menjajakan busana hasil kreasi sendiri ini ibarat berjualan kacang goreng,” ungkap Muhammad Yusuf Muzaqi, di beranda rumahnya sekaligus menjadi tempat usaha. 

Menyelesaikan pesanan gaun pengantin. (rahmat/bejo.net)
Pengalaman menjadikan Muhammad Yusuf Musaqi semakin tertantang menggeluti usahanya. Padahal sebelum memfokuskan diri di dunia mode, segala macam usaha telah ia rintis saat menjadi mahasiswa. Dari berjualan buah, kripik buah, yogurt, hingga berternak kambing. Meskipun semua tidak berjalan mulus seperti harapan dan terpaan kerugian membuatnya semakin yakin berwirausaha.

Bergelut di dunia busana bagi lelaki bertubuh tinggi besar ini bukanlah sesuatu yang asing. Ibunya adalah penjahit rumahan sehingga sedikit banyak mengenalkannya pada usaha yang segmen konsumennya adalah kaum perempuan. Setelah menyudahi pendidikannya sebagai Sarjana Perternakan di Kota Apel, Malang. Ia memutuskan kembali ke Jombang dan berusaha memopulerkan usahanya tersebut. Mulai membangun jaringan dan membentuk website penunjang seluruh hasil kreatifitasnya.

Buah Manis

Kerja kerasnya pun mulai menuai hasil manis. Kini pesanan laiknya anak sungai yang terus mengalir. Setiap bulan, ia mampu menjual lima belas busana pengantin hasil kreasinya, baik secara online atau datang langsung di tempat usahanya di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan. Omsetnya sudah mencai Rp 30 juta per bulan. Kini ia mampu memperkerjakan 40 orang untuk menjalankan usahanya.

“Kalau finishing harus saya sendiri karena kalau diselesaikan pegawai saya, takut hasilnya akan beda,” ujar Muhammad Yusuf Muzaqi.

Keungulan busana pengantin buatan Muhammad Yusuf Muzaqi adalah selalu mengikuti trend model busana pengantin. Ia pun mengakui jika selalu update model terbaru baik dari majalah fashion atau internet. Selain itu, tatanan manik-manik yang memenuhi seluruh rangkaian busana pengantin didesain begitu menarik dan rapi. Bahkan banyak yang mengakui kalau selama ini busana pengantinya cukup tahan lama.

Segi pelayanan pun menjadi perhatiannya. Menurutnya pembeli seperti apapun permintaannya harus dilayani secara baik. Termasuk memberikan jaminan jika terdapat kerusakan dan ketidaksesuaian seperti yang diharapkan maka bisa dikembalikan tanpa menganti atau menambah ongkos membuat. Oleh karena itu, tidak mengherankan pelanggan yang banyak mengenal dari mulut ke mulut banyak yang memesan kepada Yusuf Muzaqi.

“Banyak diantara pemesan langsung memesan untuk pernikahanya lantaran telah tahu lebih dulu dari teman yang memesan sebelumnya,” tandas Yusuf Muzaqi.

Ia pun akan terus mengembangkan usahanya ini. (rahmat/bejo.net)

Polisi Bersepatu Roda Siaga Saat Malam Tahun Baru

Polisi bersepatu roda sedang latihan di halaman satlantas polres Jombang. foto : Ony

BeritaJombang. Sebanyak 10 anggota Polres Jombang disiapkan secara khusus guna antisiapasi perayaan pergantian malam tahun baru yang dipusatkan di Jalan KH Wahid Hasim Jombang. Kesepuluh personil tersebut merupakan anggota asatuan lalulintas polres jombang yang dibekali dengan kemampuan bersepatu roda. Kasatlantas polres Jombang, AKP Mellysa Amalia memgatakan, Tim ini akan diterjunkan kedalam masyarakat agat bisa membaur dengan masyarakat.

        ''Dalam kondisi perayaan pergantian malam tahun baru semua komunitas terpusat di jalan KH Wahid Hasim. Untuk itu tim sepatu roda kita buat guna membaur dengan mereka dan bisa antisipasi lebih cepat," ujarnya saat mendampingi latihan tim sepatu roda di satlantas polres Jombang. Jumat (25/12/2015).
Menurut Mellysa, dengan menggunakan sepatu roda, anggotanya lebih leluasa bergerak dari satu titik ke titik lain.

         ''Anggota tim sepatu roda seluruhnya berjumlah 10 orang, yang terdiri dari dua polisi laki-laki dan 8 polisi wanita. nantinya akan disebar di sepanjang jalan KH Wahid Hasim. Karena sentral peryaan pergantian tahun baru berada disana,'' imbuhnya.

          Saat disingung apakah tim ini hanya ada saat perayaan malam pergatiam tahun, Mellysa membantahnya, para personil polisi bersepatu roda inj juga akam dilibatkan saat pemgaman jalur teryutama saat libur panjang dan mudik lebaran.

Ini rekayasa lalulintas saat kedatangan wapres Jusuf Kalla saat Haul Gusdur.

Kasat Lantas Polres Jombang AKP Mellysa Amalia Foto:Ony

BeritaJombang Jelang kedatangan wakil presiden Jusuf kalla saat Haul ke enam KH Abdurahman wahid di Kabupaten Jombang pada (26/12) mendatang, sterilisasi arus akan dilakukan oleh polres jombang.
Dari data yang berhasil dihimpun Wartawan melalu satuan lalulintas (satlantas ) polres jombang berikut sterilisasi arus yang akan diterapkan.

       Pertama Arus dari Selatan Kabupaten Jombang mulai disimpang tiga Blimbing Gudo kendaraan akan disaring masuk kabupaten Jombang. Dan di simpang tiga Pabrik Gula cukir kendraan akan dialihkan ke arah Kecamatan Mojowarno untuk sterilisasi pondok pesantren tebuireng jombang.
Pengalihan arus kedua terjadi dijalan KH Wahid hasim Jombang, semua kendaraan yang menuju tebuireng akan dialihkan lewat simpang tiga mojosongo.

       "Kita juga akan tempatkam personil disimpul-simpul kemacetan guna mengurai arus agar tidak terjadi penumpukan kemdaraan," ujar kasatlantas polres jombang, AKP Mellysa Amalia kepada wartawan. Rabu (23/12/2015).

        Saat disingung sampai kapan pemgalihan arus dilakukan, Mellysa mengatakan pengalihan arus dilakukan hingga kunjungan RI-2 berakhir.

Polwan Cantik Polres Jombang Sosialisasikan Larangan Knalpot Racing Pada Perayaan Tahun Baru.

Bisa Angkut Mobil, Pemudik Memilih Perahu Tambang Untuk Hindari Macet


Untuk memangkas jarak tempuh pemudik memilih moda transportaai alternatif berua perahu tambang untuk memotong jarak tempuh dari Nganjuk menuju Jombang.(Foto : Rony Suhartomo)

Jombang - Beritajombang.net - Untuk terhindar dari kemacetan panjang, pemudik yang melewati kawasan Jombang yang mengambil jalur alternatif Nganjuk - Jombang via Jatikalen lebih memilih naik perahu tambang. Bukan hanya pengendara sepeda motor, pengemudi mobil juga ikut menyeberangi Sungai Brantas menggunakan perahu tambang. Selain menghindari macet, rute tersebut juga untuk memotong jalur agar lebih cepat sampai di tempat tujuan. Pemandangan itu terlihat di penyeberangan Sungai Brantas Desa/Kecamatan Megaluh. Mayoritas pengendara yang menggunakan jasa  penyeberangan perahu itu hendak menuju daerah Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan sekitarnya. ”Biasanya  yang  melintas di sini, mereka yang sudah tahu sebelumnya, tidak tiba-tiba karena arahan polisi,”  ujar Heri Widianto, 30, nahkoda perahu kepada  Berita Jombang, Senin (20/7) kemarin. Perahu kayu bertenaga diesel itu bisa ditumpangi lima mobil dan 10 hingga 15 sepeda motor. Begitu muatan penuh, perahu tersebut langsung bergerak perlahan membelah Sungai Brantas. Dari kawasan Megaluh, perahu sederhana itu menyeberang memasuki wilayah Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. Begitu juga sebaliknya, dari wilayah Nganjuk, perahu juga membawa  penumpang ke  kawasan Megaluh.  ”Kalau  hari-hari biasa, setiap harinya  sepeda motor yang menggunakan jasa perahu biasanya sekitar 250 pengendara. Sedangkan mobil berkisar seratusan. Untuk saat ini, meningkat hingga 500 hingga 600 pengendara sepeda motor dan 200 mobil setiap harinya,”  jelasnya.(ony)

Satu Pelaku Pembobol ATM di Bandar Kedungmulyo Berhasil di Bekuk Polisi

Salah satu pelaku percobaan pembobolan ATM di Bandar Kedungmulyo berhasil diamankan Polisi (Foto : Rony Suhartomo)



Jombang - Beritajombang.net - Aa (24) Warga semarang, Anggota sindikat pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kecamatan Bandar Kedungmulyo kabupaten Jombang Jawa Timur, berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang. Pelaku ditangkap di terminal barang Tunggorono kabupaten Jombang Jawa Timur.
Pelaku berhasil ditangkap aparat kepolisian bersama petugas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) yang bertugas menjaga Pintu terminal Barang Tunggorono Kabupaten Jombang. Sempat terjadi kejar-kejaran karena pelaku berusaha kabur meninggalkan mobilnya dalam area terminal.
"Mobil itu langsung masuk ketempat barang, dan pengemudi keluar dan kabur, jelas dia bukan sopir yang biasa masuk disini. Pintu portal langsung saya tutup karena ada teman polisi yang teriak dia rampok, agar mobilnya tidak bisa keluar," ujar Yanuar Bimasto (48) staf penjaga terminal barang. Sabtu (4/7/2015).
Yanuar menambahkan, karena mengetahui bahwa yang masuk dalam terminal barang adalah rampok dirinya mencari antisipasi dengam mecari batu bata untul berjaga-jaga. Dirinya kawatir pelaku membawa senjata tajam atau senjata api.
"Saya kawatir pelaku bawa senjata kemudian bersama polisi meringkus dia, dan akirnya berhasil diamankan dan di bawa ke mapolres jombang," imbuhnya.
Pantauan wartawan, pelaku berhasil diamankan dengan barang bukti berupa satu buah mobil avansan bernopol B 1421 TKF, dan beberapa tas yang diduga peralatan dan Hasil kejahatan pelaku. Sementara itu pihak Polres Jombang, belum memberikan keterangan resmi mengenai penangkapan salah satu komplotan pembobol ATM yang meresahkan warga Jombang.(ony)

Peringati May Day, Masyarakat Jombang Tuntut Hak Dasar Rakyat Dan Tutup Minimarket Bodong

Ratusan buruh Jombang konvoi dan berorasi di depan kantor Pemkab Jombang

Jombang - Beritajombang.net - Ratusan buruh Jombang gelar aksi may day dengan longmarch dari Taman Kota Kebon Rojo menuju kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Mereka menuntut pemenuhan hak-hak dasar rakyat demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jombang, Jumat (01/05/2015).
Para buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Jombang, dalam memperingati may day mengajak masyarakat bersama perkuat persatuan dalam gerakan dalam mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar rakyat.
"Berikan jaminan keadilan hukum bagi rakyat untuk memperoleh hak dasar rakyat, demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat jombang. Pemerintah wajib melindungi hak-hak normative buruh, dan tindak tegas pengusaha yang melanggar hak normative buruh" Kata Bagus Santoso, dalam orasinya di depan ratusan buruh.
Sejumlah tuntutan aksi buruh dan masyarakat Jombang dalam memperingati hari buruh (May Day) yakni,
1. Turunkan harga sembako
2. Tolak kenaikan upah 2 tahun sekali (RPP tentang sistem pengupahan)
3. Hapus inpres no. 9 th 2013
4. Tutup segera minimarket bodong di kab. Jombang
5. Berikan hak atas tanah bagi petani wonomerto-wonosalam
6. Hapus outshourching
7. Angkat segera pegawai honorer (K2) menjadi PNS di Kab. Jombang
8. Berikan jaminan kebebasan berserikat
Bagus santoso menambahkan, masyarakat jombang harus bersatu dalam pemenuhan hak-hak dasar normative. Di hari peringatan buruh bukan tidak mungkin itu terpenuhi dengan bersama membangun persatuan demi terciptanya hak dasar tersebut, "Pungkasnya.(ony)

Latihan SIM di 306 Desa, Jombang Cetak Rekor MURI

Beritajombang.net - Kabupaten Jombang meraih rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), Kamis (12/3/2015). Piagam penghargaan itu diberikan karena Jombang menggelar latihan praktik SIM (Surat Ijin Mengemudi) tiga pilar Kamtibmas di 306 desa. Lauching terobosan kreatif itu digelar di depan Pasar Mojoagung, sekaligus penyerahan piagam MURI.

Kapolres Jombang AKBP Akhamd Yusep Gunawan menjelaskan, program tersebut dilakukan guna mempermudah untuk mendapatkan SIM. Caranya, di setiap desa dibuatkan lokasi praktik SIM. Yakni, jalur zig-zag serta jalur berputar membentuk angka delapan. Lokasi itu tempatnya bervariasi, ada yang di depan kantor desa, di halaman penggilingan padi, serta di jalan umum.

Nah, warga yang ingin mengurusi SIM, bisa menggunakan area tersebut untuk latihan. Jika dalam latihan itu sukes, maka akan mendapatkan rekomendasi dari tiga pilar Kamtibmas, yakni Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan Desa), serta Kades (Kepala Desa). "Setelah mendapatkan rekomendasi, warga bisa mengurus SIM di Kantor Satlantas Polres Jombang," ujar Akhmad Yusep, saat acara.

Akhmad Yusep mengungkapkan, untuk saat ini seluruh desa sudah mempunyai lokasi praktik SIM tersebut. "Sekali lagi, ini untuk mempermudah warga untuk mendapatkan SIM," katanya menambahkan.

Piagam penghargaan itu diserahkan oleh Paulus Pangka dari MURI kepada Kapolres Jombang AKBP Ahmad Yusep Gunawan, Bupati Nyono Suharli Wihandoko, serta Komandan Kodim/0814 Letkol Arm Muhammad Haidir.

"Penghargaan ini kami berikan karena lokasi latihan SIM ini pertama dan terbanyak di Indonesia, yakni 306 desa. Sebelumnya belum ada kabupaten yang melakukan serupa," ujar Paulus Pangka.

Acara launching praktik SIM tiga pilar Kamtibmas ini dihadiri sejumlah pejabat. Diantaranta, Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Kakorlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono, serta Kabaharkam Polri Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno.

Bukan hanya itu, sejumlah Kapolres di lingkungan Polda Jatim juga hadir di lokasi. Tidak ketinggalan pula, ratusan Kades, ulama, serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, para pejabat yang hadir juga melihat secara langsung praktik ujian SIM yang diikuti puluhan masyarakat. Ony

Aktivis LSM SIGMA Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Pengadilan Negeri Jombang

Aktivis dari LSM SIGMA Indonesia (Sinar Generasi Masa Depan) Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (9/3). Para aktivis tersebut mendukung pemerintah terhadap pelaksanaan hukuman mati kepada pelaku pidana narkoba serta dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak takut kepada tekanan negara asing. BEJONET/Aji/Ony.

Demo Warga Tolak Kenaikan Harga Tiket KA

JOMBANG – Geram kenaikan tarif kereta api (KA), ratusan warga menggelar aksi menuntut dikembalikannya tarif tiket kereta yang lama. Mereka sekaligus mengecam pemerintah yang sebelumnya menaikkan harga tiket hingga lima kali lipat.
Sejulah warga Kota Jombang, Jawa Timur pada Minggu (8/3/2015) pagi, menggeruduk Stasiun Besar Kota Jombang.
Dengan berjalan kaki, warga yang tergabung dalam Paguyuban Penumpang KA ini melakukan long march dari alun-alun kota sampai Stasiun Kota Jombang.
Massa menolak keputusan pemerintah yang menaikkan harga tiket KA jarak pendek yang dirasa hanya akan menambah beban hidup warga.
Padahal, KA jarak pendek selalu jadi alat transportasi utama warga yang tak mampu untuk berangkat dan pulang kerja dari Jombang ke Surabaya di setiap harinya.
Mereka keberatan tiket KA dinaikkan di saat hampir berbarengan dengan naiknya harga gas elpiji, BBM dan berbagai harga sembako. Jika tiket KA turut dinaikkan, jelas mereka yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh pabrik atau kuli bangunan takkan mampu menopang ekonomi keluarga lagi.
Selama ini, warga pulang-pergi ke Surabaya dengan KA jarak pendek, KRD Rapih Doho dari Jombang tujuan Surabaya, hanya membayar tiket seharga Rp2 ribu. Kini setelah dinaikkan, mereka harus membayar Rp10 ribu.
Warga menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga tiket. Di sisi lain meski stasiun diramaikan aksi unjuk rasa, tapi aktivitas pelayanan KA di Stasiun Jombang tetap berjalan normal. ony

Kelas Inspirasi, Membangun Mimpi Anak Negeri




Kelas Inspirasi adalah salah satu program dari Indonesia Mengajar. Kelas Inspirasi sendiri dikhususkan untuk menjadi wadah bagi para profesional di bidang masing-masing untuk sehari kembali ke sekolah berbagi inspirasi dengan menceritakan profesi mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat para generasi muda kita, khususnya anak-anak SD untuk berani bermimpi setinggi mungkin sesuai dengan minat mereka masing-masing.

Kelas Inspirasi awalnya hadir hanya di Jakarta tahun 2012 lalu. Namun, setelah melihat animo dan semangat yang begitu tinggi untuk juga menggelar kegiatan serupa, maka Kelas Inspirasi juga diadakan di beberapa kota lain. Tahun ini, Kelas Inspirasi salah satunya dilaksanakan serentak di 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur pada tanggal 29 September 2014. Kabupaten Jombang, merupakan salah satu Kabupaten yang menyelenggarakan Kelas Inspirasi.

Kelas Inspirasi Jombang diadakan di SDN Watudakon 1 Kesamben, SDN Manduro 1 Kabuh, SDN Sumberaji 1 Kabuh dan SDN Nglebak Bareng. Para profesional yang mengisi kegiatan ini terdiri dari berbagai macam profesi. Mulai dari Dosen, Seniman, Penyiar Radio, Petugas PMK dan masih banyak lainnya. Murid kelas 4, 5 dan 6 pun sangat antusias mendengarkan cerita-cerita dari para profesional. Bahkan, guru-guru SD tempat diadakannya Kelas Inspirasi Jombang berharap, agar tahun depan kegiatan ini bisa diadakan kembali di sekolahnya.

Mari kita bersama membangun mimpi anak negeri. Jika bukan kita yang peduli terhadap generasi penerus bangsa, lalu siapa lagi? (fir)

Semarak Kemerdekaan



JOGOROTO, (16/8) - SEMARAK KEMERDEKAAN. Peringatan hari kemerdekaan Indonesia tepat pada 17 Agustus 2014, sudah disemarakan dipelbagai daerah di Kabupaten Jombang. Baik berupa pawai, lomba serta pelbagai cara lain yang ditunjukan terhadap usia Indonesia ke 69 Tahun. Kecamatan Jogoroto salah satunya, sebelum detik-detik Proklamasi, melibatkan peserta didik dan masyarakat berbaur menyatu mengitari ruas jalan desa untuk menyambut lebih dari setengah abad usia negeri ini. (Foto: Rahmat Sularso Nh./bejo.NET)

Pemusnahan Miras Menjelang Ramadhan



Beritajombang.net Jelang Ramadan, Polres Jombang memusnahkan ribuan botol minuman keras hasil razia dalam sepekan terakhir. Tak hanya miras, polisi juga memusnahkan ribuan selongsong petasan beserta bahan-bahan pembuatnya.

Dengan menggunakan alat berat, ribuan botol minuman keras itu dimusnahkan di halaman Mapolres Jombang, Jawa Timur, Jumat (27/6/2014) pagi. Ribuan selongsong petasan hasil razia juga dimusnahkan. Petasan tersebut berasal dari sebuah desa yang dikenal sebagai sentra produsen petasan, yakni Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang. Dari desa tersebut, polisi juga membawa ratusan kilogram bubuk belerang dan 74 kilogram serbuk peledak sebagai bahan pembuat petasan.

Kapolres Jombang AKBP Ahmad Yosep Gunawan menjelaskan, total ada 4 ribu botol miras berbagai jenis yang dimusnahkan hari ini. Sedangkan pemilik atau penjualnya sebanyak 158 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tujuan pemusnahan miras bukan untuk pamer keberhasilan, tetapi sebagai bentuk kampanye dan ajakan kepada masyarakat agar tidak menjual atau menkonsumsi miras karena sebentar lagi bulan suci Ramadan akan segera datang," kata Ahmad.

Sementara, terkait pemusnahan petasan, Ahmad Yosep mengatakan hal itu dilakukan karena menjelang bulan Ramadan seperti sekarang sudah banyak anak yang bermain petasan. Padahal, hal tersebut jelas-jelas dilarang dan membahayakan.


Jalur Pujon-Ngantang Kembali Putus

    foto: ilustrasi

Beritajombang.net Jalur Ngantang-Pujong ditutup untuk semua jenis kendaraan pada Sabtu malam (22/2/2014) karena tanah longsor yang membuat jalur Malang-Kediri itu, putus.


Bintolip Warga setempat, Menuturkan jalur ini putus karena hujan deras, dan terjangan air dari Sungai Konto. Akibatnya, jembatan Kedungrejo ambrol.

Selain itu, informasi dari twitter Radio Puspita FM Malang,Informasi dari Polsek Pujon, sekitar pukul 19.00 ada 1 rumah yang hanyut terbawa banjir. 

Akibat putusnya jalur Ngantang-Pujon, lalu lintas Kediri arah Malang, dibelokkan lewat jalur Selorejo-Wlingi-Kepanjen-Malang. Namun, jalur Selorejo arah Malang masih ditutup imbas erupsi Gunung Kelud.

AKP M Yantofan, Kepala Sub Bagian Humas Polresta Batu, mengatakan peristiwa tergerusnya jalan terjadi pada pukul 19.30 WIB dan memutuskan akses jalan KM 6+900 Pujon. "Seluruh kendaraan termasuk roda dua kami alihkan," kata dia. Aji

Banjir Mojoagung Lumpuhkan Jalur Utama Jombang -Surabaya

Beritajombang.Net - Jombang. Banjir di wilayah Mojoagung, Jombang dan sekitarnya mengakibatkan jalur utama Madiun - Surabaya dan sebaliknya lumpuh. Banjir yang mulai dini hari sampai pagi ini telah melumpuhkan jalur utama ini. Kemacetan makin parah baik dari arah Madiun maupun Surabaya.
Pantauan Surya Online di lokasi, banjir kali ini telah meluber hingga ke jalan raya Mojoagung.
Tepatnya di Polsek Mojoagung. Ketinggian air di jalan raya ini mencapai setengah meter lebih.
Akibatnya, kendaraan harus peralan melintasi titik banjir ini. Tampak petugas polisi sibuk mengatur arus lalu lintas.

Longsor Ngrimbi, 6 Korban Tewas Tertimbun


Beritajombang.Net - JOMBANG  - Sedikitnya 16 orang menjadi korban tanah longsor longsor yang menerjang wilayah Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ternyata menghancurkan lima rumah, Selasa (28/1/2014)
Menurut Bapak Nurul Huda, ada 16 orang menjadi korban tanah longsor dan 5 rumah rata dengan tanah.
"Jumlah korban ada 16 orang, dua orang selamat, mereka tidak apa-apa. Dan baru saja ditemukan 6 orang tertimbun dan dinyatakan meninggal.Sedangkan sisanya masih dicari dan dievakuasi oleh tim relawan.
Menurut Nurul Huda, empat rumah dinyataka hancur dan rata dengan tanah karena tertimbun tanah.Sedang satu rumah masih utuh.
"Ini banyak sekali relawan bercampur dengan orang-orang yang menonton," jelasnya.
"Saat ini TNI dan warga sedang melakukan pencarian di rumah yang tertimbun tanah, ada satu keluarga yang tertimbun longsor," terang Nurul.
Adapun 6 korban masih satu keluarga yakni :
1. Sariaji (50)
2. Rohiman (45), istri Sariaji
3. Udin (17), anak
4. Khoirunnisa atau Iroh (24), anak
5. Madun (nama panggilan), menantu
6. Sodik (17), tetangga tapi tinggal di rumah Sariaji

Alih Fungsi Jalur Sepeda


JOMBANG, 9/1 - JALUR SEPEDA. Jombang kembali menekankan legalitas jalur sepeda di sepanjang jalan KH. Wahid Hasyim dengan marka dan rambu-rambu. Meskipun begitu  sebagian besar masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor masih banyak menggunakan jalur sepeda sebagai tempat parkir. Ditambah sejumlah pedagang pun memilih berjualan di jalur sepeda seperti yang terlihat di depan RSUD Jombang. (Rahmat Sularso Nh./beritajombang.net)

Anton Wahyudi, Penjual Nasgor Jadi Dosen

Anton Wahyudi bersama gerobak nasi goreng miliknya.
Rahmat Sularso Nh./bejo.net

“Sejak SMP saya sudah bekerja. Awalnya ikut bekerja menjadi distributor minuman limun dan pernah juga sebagai pengambil telor di peternakan ayam”

beritajombang.net, JOMBANG - Penampilannya rapi tetapi sederhana dan sering tertawa lepas saat berdiskusi di warung kopi, itulah khas Anton Wahyudi. Pemuda 26 tahun ini adalah dosen beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur. Sebelumnya banyak orang yang tidak mengira bahwa dirinya berhasil melanjutkan pendidikan hingga gelar master. Maklum saja ia lahir dan tumbuh di keluarga sederhana. Ayahnya hanyalah penjual nasi goreng dan ibunya membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan menjahit di rumahnya di Desa Jabon, Kecamatan Jombang.

Sebelumnya, Anton –begitu panggilan akrabnya—tak pernah membayangkan akan menempuh pasca sarjana. Ketika itu, setelah lulus S1 sebuah sekolah tinggi keguruan, dia membuat lamaran pekerjaan sebanyak mungkin dan tidak satu pun yang nyantol (Jawa: diterima). Berbekal nekad, dia melanjutkan pendidikan di program pasca sarja di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Anton bercerita perjalan hidupnya penuh liku. Untuk dapat mengenyam pendidikan dia harus bekerja keras. Bukan orang tua saja melainkan dirinya pun rela membagi paruh waktunya setelah sekolah melanjutkan bekerja untuk memenuhi kebutuhan kuliah.

“Sejak SMP saya sudah bekerja. Awalnya ikut bekerja menjadi distributor minuman limun dan pernah juga sebagai pengambil telor di peternakan ayam,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara.

Demikian juga saat di SMA, dia mesti bekerja berjualan nasi goreng di tengah-tengah padatnya jadual tugas sekolah. Dampaknya, Anton Wahyudi di angkatannya tercatat sebagai pemecah rekor peserta didik yang paling banyak alpha atau tidak masuk tanpa alasan saat jam belajar. Mata pelajaran dan tugas yang tertinggal terpaksa banyak yang ditanyakan ke teman sekelas sambil meminjam beberapa catatan.

Kondisi ini juga masih berlangsung hingga S2. Bahkan mengawali mendaftar S2 dengan biaya jutaan rupiah pun, Anton Wahyudi merelakan menjual motor ayahnya. Ternyata hasil penjualan motor masih kurang untuk melunasi biaya pendaftaran S2, sedangkan dia belum memperoleh pekerjaan tetap. Akhirnya, komunikasi yang digunakan sebagai senjata guna mendapatkan rekomendasi kemudahan melunasi sisa pembayaran.

“Saya rela bertahan dengan uang seadanya tinggal di masjid kampus supaya bisa bertemu pemangku kebijakan. Tujuannya supaya memperoleh dispensasi pembayaran.”

Bahkan Anton sempat berjualan nasi goreng kembali di Surabaya. Memanfaatkan kayu bekas di gudang sebelah masjid kampus diubah menjadi gerobak nasi goreng.

“Uang hasil penjualan sepeda saya bayarkan setengahnya. Sisanya digunakan untuk memulai berjualan nasi goreng dan belanja bahan di Jombang karena lebih murah,” terang Anton Wahyudi.

Berjualan nasi goreng di Surabaya ternyata tidak bertahan lama hanya satu semester. Setelah itu jalan memperoleh biaya tambahan membayar program pasca sarja semakin mudah. Anton Wahyudi beralih memberikan les tambahan kepada pelajar di Surabaya yang bersifat privat. Praktis penghasilan yang diperoleh pun semakin laik.

“Sebelum berangkat ke rumah peserta yang akan saya berikan les. Biasanya kalau malam saya survei sebab belum hafal jalan,” jelas Anton Wahyudi.

Kebiasaan mensurvei yang dilakukan oleh Anton Wahyudi karena pekerjaannya sebagai instruktur les privat menuntutnya harus datang tepat waktu. Padahal saat itu dirinya belum hafal jalan di kota Surabaya apalagi harus menggunakan kendaraan umum.

Meski begitu, Anton Wahyudi mengaku banyak belajar dari perjalanan hidupnya sendiri. Hal yang patut disyukuri adalah ketika dirinya merasa dapat melakukan semua yang semula tidak mungkin. Kesabaran dalam berusaha pasti akan berbuah manis. (lar)

Katirah, Perempuan Berjari Baja

Katirah sedang menambal ban bocor.
Rahmat Sularso Nh./bejo.net
beritajombang.net, JOMBANG - Di rumah yang berjarak selangkah dengan jalan terlihat seorang perempuan bertubuh tambun ini, ulet menambal ban sepeda angin. Tanpa cangung atau malu meski banyak mata pengendara sesekali menoleh kehadapannya. Agak aneh dan tidak biasa melihat perempuan melakukan pekerjaan laki-laki seperti itu. Namanya Katirah, perempuan asal Pacitan ini sudah lama menjadi penambal ban di Jalan Krakatau, Desa Tunggorono, Jombang, tepatnya 50 meter ke arah Barat trafic light persimpangan Jalan Yos Sudarso Jombang.

Berada di beranda rumah yang berukuran 5 x 2 meter ia dengan cekatan membuka ban sepeda yang saat itu akan di tambal. Jemari tangannya luwes memainkan peralatan menambal dan secara bertahap mencari letak kebocoran. Sambil bercerita jika keahliannya ini dimiliki hanya dengan memperhatikan suaminya menambal.

“Waktu itu bapak tidak ada Mas. Ada orang yang mau menambal. Jadi ibu tangani saja karena sayang kalau di tolak,” tutur perempuan paruh baya ini.

Terpenting bagi Katirah hanyalah Bismillahirrahmanirrahim saat mengawali menambal. Ia pun tidak memungkiri jika tenaganya tidaklah sekuat tenaga laki-laki. Sehingga setiap kali akan menambal maka berdoa terlebih dahulu. Bukan hanya sepeda angin yang pernah ditambal ibu sembilan anak ini. Mulai sepeda motor dan mobil pun pernah di tanganinya. Maklum saja di tempatnya membuka jasa tambal ban hingga 24 jam hanya dirinya.

Katirah mengakui, “Ibu tidak kuat kalau jagang tengah (Jawa: standar) dan pompa ban terlalu lama.” 

Setiap kali membuka standar, Katirah selalu meminta pemilik kendaraan membukanya sendiri. Demikian juga sebelum memiliki pompa angin disel, ia meminta pengendara menambah angin di ban sendiri kalau merasa kurang. Namun selama lima belas tahun berjalan sampai sekarang belum ada yang komplain terhadap pekerjaannya.

Sehari bisa jadi empat hingga lima sepeda ditangani oleh Katirah. Terlebih saat sore atau malam bukannya makin sepi malah bertambah banyak terutama kendaraan bermotor. Praktis ia pun memberikan harga terhadap jasanya tidak serupa di kala waktu sebelumnya. Satu sepeda motor di hargai 10.000 rupiah karena pertimbangan waktu sudah malam. Terpaksa perempuan yang gemar memakai pensil mata warna merah ini tidur tanpa menutup rumahnya.

“Harapan Ibu hanya ingin mempunyai rumah sendiri. Untuk berjaga kelak di kemudian hari,” ungkap Katirah.

Rumah yang ditempati Katirah dengan suaminya sekarang memang tanah bekas galian milik orang lain. Sejak tahun 1990 an mereka rela bertahap meratakan sedikit demi sedikit dengan abu dan tanah. Kini Katirah mulah memikirkan kedepannya jika terjadi sesuatu sudah bersiap karena telah mempunyai rumah sendiri. Apalagi rumah sekarang cukup sempit untuk beraktifitas berumah tangga. (lar)

Bengkel Knalpot Brong Dirazia


Jombang-(beritajombang.Net)

Menjelang perayaan malam tahun baru, jajaran Kepolisian Resor Jombang, merazia bengkel pembuatan knalpot brong  kendaraan roda dua. Pasalnya  knalpot brong sering menimbulkan suara bising hingga mengganggu ketenangan warga. Selain itu juga bisa memicu perkelahian antar geng motor.

Razia bengkel pembuatan dan pemasangan knalpot brong dilakukan petugas gabungan Satlantas Dan Sat Sabhara Polres Jombang di kawasan sentra pembuatan knalpot di jalan raya Brigjen Kretarto, Desa Sambong Kecamatan Jombang Kota.

Polisi menghimbau kepada para pemilik bengkel knalpot untuk tidak lagi berjualan. Selain itu petugas juga menyita sejumlah knalpot brong untuk dijadikan barang bukti.

Saat polisi merazia bengkel knalpot lainnya, pekerja bengkel tengah memasang knalpot bron. Polisi  langsung memaksa untuk mempreteli dan menggunakan kembali knalpot standar. 

Polisi juga menghimbau pemilik kendaraan agar tetap menggunakan knalpot standar.

Pemilik bengkel mengaku omzet penjualan knalpot brong menjelang tahun baru mengalami peningkatan. Rata-rata pelanggannya adalah anak-anak remaja “Menjelang tahun baru, pembeli knalpot brong bisa dua kali lipat. Harganya antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu,” kata salah satu pemilik bengkel knalpot brong.

Razia knalpot brong ini sengaja digelar untuk mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan saat tahun baru. Selain mengganggu kenyamanan masyarakat,  juga bisa memicu perkelahian antar geng motor. Selain menyita knalpot brong, petugas juga melarang pemilik bengkel untuk berjualan knalpot brong selamanya.

AKP.Bambang Cristanto mengatakan selain merazia bengkel knalpot brong polisi juga akan terus menggelar razia kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong menjelang tahun baru.(aji)

Berita Jombang

 
Copyright © 2015 Hallo Jombang. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger