Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

Inilah Rekayasa Arus Lalu-lintas Perayaan Kenduren Wonosalam


Beritajombang.net, Jombang - Kenduren durian Wonosalam kembali di gelar, agenda tahunan yang akan dilaksananakan pada minggu (27/3) besuk, diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu pengunjung baik dari dalam maupun luar Kabupaten Jombang. Untuk itu beberapa alternatif jalur disiapkan guna kenyamanan pengunjung.
Kasatlantas Polres Jombang, AKP Mellysa Amalia mengatakan pihaknya menyiapkan jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan saat pelaksaan. mengacu kepada tahun – tahun sebelumya yang menyebabkan macet dua arah.
“terdapat 12 kantong parkir yang kita siapkan untuk mengatasi membludaknya pengunjung yang akan menuju kewonosalam,” ujarnya kepada beritajombang.net sabtu (26/3/2016)
Melisa menambahkan, pengunjung yang datang kekenduren durian wonosalam hendaknya berhati-hati mengingat medan menuju lokasi merupakan jalan berliku dan sempit.
Foto : facebook

Berikut jalur yang disiapkan untuk pengunjung keduren duren 2016 : dari Tulungangung,  Blitar, Kediri, Pare hendaknya melewati jalur Kandangan  dengan rute Kabupaten Kandangan, Desa Putuk, Desa Galengdowo, Desa Jarak- wonosalam, Dari arah Malang lewati rute pujon-ngantang-kasembon-mlancu-sidorejo-galengdowo-jarak-wonosalam. Dari Tuban,Ploso,Nganjuk bisa melewati jalur Mojoagung-Wonosalam (ikuti rambu. Dari kabupaten Nganjuk,madiun dan sekitarnya bisa lewat jalur perak-gudo-blimbing-bareng wonosalam dan Dari Gresik,Surabaya,Sidoarjo,Krian bisa lewati jalur Mojokerto- Wonosalam.(lw2)

Rumah Terendam Banjir Usai Resepsi Pernikahan, Malam Pertama Terganggu


Bagi kebanyakan orang melangsungkan pernikahan dengan tenang merupakan dambaan. Tenang di sini berarti berlangsung lancar tanpa ada gangguan.

Namun hal tersebut tidak dapat dirasakan oleh sepasang mempelai, Beni dan Fitri. Pasangan yang sedang berbahgia itu harus menikah di tengah terjangan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jombang Sejak Kamis (31/12/2015) sore hingga malam pergantian tahun.

Namun demikian, pesta pernikahan di Gentengan Gg.5 Desa Pulo Lor Jombang tetap dilangsungkan. Tenda resepsi berukuran 3×6 meter dan berdiri di depan rumah orang tua itu pun didatangi pengunjung secara berganti. hujan yang mengguyur menghalani organ tunggal beraksi dengan biduannya yang mendendangkan lagu-lagu dangdut.

Bertepatan dengan pergantian tahun Resepsipun usai pada pukul 01.00 WIB, pasangan muda ini beristirahat untuk melanjutkan rangkaian acara esok harinya, namun ditengah istirahatnya mereka dikejutkan dengan air yang berasal dari sungai di belakang rumahnya meluap, tak ayal ritual malam pertamapun gagal digelar. “Mestinya ya malam ini juga di rumah isteri saya ini. Tapi karena masih banjir, ya mau enggak mau kami lakukan di rumah saya di Peterongan" ujar Beni sambil tersenyum.

Rohmat (50) warga Gentengan, mengungkapkan, banjir terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. dimana ketingian mencapai satu meter atau sepinggang orang dewasa.

Menurutnya, banjir ini akibat derasnya hujan yang mengguyur Jombang dan sekitarnya, Sungai yang berada di desa barat pabrik gula Djombang Baru tersebut tidak mampu menahan debit air yang meninggi, tanggul yang dibangun oleh pemerintahpun hanya setinggi 50cm dari bibir sungai.
Alhasil air sungai meluber dan menggenangi ratusan rumah mulai dari Gentengan hingga perumahan Sambong. (lw2)

Mengenakan Sarung, Presiden Jokowi Buka Muktamar NU

Bersarung, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membuka Muktamar NU 33 di aloon-aloon Jombang, Sabtu (1/82015). (Foto : Luhur Wahyu W)


Jombang - beritajombang.net - Presiden RI Ir H Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Muktamar ke-33 NU. Pembukaan yang terpusat di Alun-alun Jombang ini, Jokowi yang didampingi Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Aam KH Mustofa Bisri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jawa Timur.

Dia pun mengucap basmalah untuk membuka secara resmi Muktamar NU yang untuk ke-12 kalinya diselenggarakan di wilayah Jawa Timur ini.

Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana ini mengatakan, bahwa sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar, peran NU selalu dinantikan. “Baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya, Sabtu (1/8).

Acara pembukaan ini dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, Menteri Kabinet Kerja, para pengasuh pondok pesantren tempat lokasi Muktamar, ulama dan kiai sepuh NU, jajaran pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, ‘Awan PBNU, ribuan peserta Muktamar, Mufti dan Kedubes negara-negara sahabat.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Orkestra Bintang 9 yang dipandu oleh paduan suara 1000 santri dan musik religi. Dan ditutup dengan pesta kembang api.(lw2)

Sumber : nu.or.id

Pawai Budaya Meriahkan Pra Muktamar NU

Salah satu peserta pawai budaya  pra Muktamar NU (Foto : Luhur Wahyu)


Jombang - Beritajombang.net -  Menyambut penyelenggaraan Muktamar Ke-33 NU di Kabupaten Jombang, Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Jombang menggelar Pawai budaya Pra-Muktammar yang diikuti seluruh badan otonom (banom) NU.

Pantauan Beritajombang.net, pawai yang diikuti 10 dokar dan satu kereta kencana tersebut dimulai pada pukul 13.00 WIB. sejumlah banom NU yang terlibat pawai itu yakni GP Ansor Jombang, Banser, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Fatayat NU, Ikatan Pelajar Putra-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), serta sejumlah banom lainnya. Keberangkatkan peserta pawai dilepas Bupati Jombang Nyono Suherly.

Ketua PC GP Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhwanto mengatakan, pawai ini merupakan rangkaian kegiatan menuju acara puncak yakni Muktamar Ke-33 NU. Selain sejumlah banom, pawai juga diikuti berbagai perkumpulan seni budaya dari masyarakat Jombang. Di antaranya, Republik Patrol, Kesenian Jaranan, serta Barongsai.

"kami masyarakat Jombang menyambut gembira dengan adanya Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Jombang. Selain itu, penyelenggaraan hari ini juga menjadi pesan bahwa masyarakat sudah siap menyukseskan agenda muktamar," kata Zulfikar, Sabtu (25/7/2015).

Seperti diketahui, Muktamar Ke-33 NU digelar di Jombang. Pelaksanaan muktamar dipusatkan di Alun-alun Jombang. Sementara peserta muktamar dan agenda sidang-sidang komisi berada di empat pondok pesantren (ponpes) di Jombang yakni Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras, Ponpes Darul Ulum Rejoso, Ponpes Maba'ul Ma'arif Denanyar, dan Ponpes Tebuireng Cukir. Pembukaan Muktamar akan digelar pada 1 Agustus 2015 oleh Presiden Joko Widodo. (Ony)

Sopir Bus Mogok Beroperasi Puluhan Penumpang Jurusan Jombang - Malang - Tuban Terlantar

Penunpang bus jurusan Malang - Tuban terlantar di terminal Kepuhsari Jombang akibat sopir bus mogok beroperaai (foto:Luhur Wahyu)


Jombang - Beritajombang.net -  Penumpang bus jurusan Jombang - Malang - Tuban terlantar akibat aksi mogok para sopir, yang sempat terjadi dari pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB.

Seorang calon penumpang Ahmad Suharto (40), terlantar di terminal Kepuhsari Jombang lantaran aksi mogok sopir buskeberangkatannya ke Malang akibat peristiwa ini.

"Saya sudah menunggu hampir dua jam namun tidak ada bus yang berangkat," ucap warga Diwek yang telah menunggu dari pukul 07.00 itu, Selasa (21/7/2015).

Sementara itu, seorang sopir bus jurusan Jombang - Malang - Tuban, Joko Susanto mengakui dirinya dan teman sekerja memang sempat mogok.

Hal itu karena telah terjadi pelanggaran oleh salah satu bus cepat dengan jurusan yang sama dalam urusan penumpang.

"Seharusnya bus jurusan yang sama tidak boleh menaikan penumpang di jalan (Malang - Jombang - Tuban), namun kenyataanya mereka melanggar perjanjian, bahkan tarif bus Cepat tersebut sama dengan tarif bus biasa" kata Joko.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Eko Sulistiono Kabid LLAJ membenarkan kejadian itu. Eko menghimbau supaya aksi mogok dihentikan dan meneruskan perjalanan mengingat masih kondisi arus mudik. Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya menggandeng pihak kepolisian untuk mengkondiaisikan situasi di terminal Jombang.

"Antisipasinya ke depan, kami akan berusaha mengumpulkan para operator bus dan Organda untuk membahas hal tersebut," tuturnya.(lw2)

Bisa Angkut Mobil, Pemudik Memilih Perahu Tambang Untuk Hindari Macet


Untuk memangkas jarak tempuh pemudik memilih moda transportaai alternatif berua perahu tambang untuk memotong jarak tempuh dari Nganjuk menuju Jombang.(Foto : Rony Suhartomo)

Jombang - Beritajombang.net - Untuk terhindar dari kemacetan panjang, pemudik yang melewati kawasan Jombang yang mengambil jalur alternatif Nganjuk - Jombang via Jatikalen lebih memilih naik perahu tambang. Bukan hanya pengendara sepeda motor, pengemudi mobil juga ikut menyeberangi Sungai Brantas menggunakan perahu tambang. Selain menghindari macet, rute tersebut juga untuk memotong jalur agar lebih cepat sampai di tempat tujuan. Pemandangan itu terlihat di penyeberangan Sungai Brantas Desa/Kecamatan Megaluh. Mayoritas pengendara yang menggunakan jasa  penyeberangan perahu itu hendak menuju daerah Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan sekitarnya. ”Biasanya  yang  melintas di sini, mereka yang sudah tahu sebelumnya, tidak tiba-tiba karena arahan polisi,”  ujar Heri Widianto, 30, nahkoda perahu kepada  Berita Jombang, Senin (20/7) kemarin. Perahu kayu bertenaga diesel itu bisa ditumpangi lima mobil dan 10 hingga 15 sepeda motor. Begitu muatan penuh, perahu tersebut langsung bergerak perlahan membelah Sungai Brantas. Dari kawasan Megaluh, perahu sederhana itu menyeberang memasuki wilayah Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. Begitu juga sebaliknya, dari wilayah Nganjuk, perahu juga membawa  penumpang ke  kawasan Megaluh.  ”Kalau  hari-hari biasa, setiap harinya  sepeda motor yang menggunakan jasa perahu biasanya sekitar 250 pengendara. Sedangkan mobil berkisar seratusan. Untuk saat ini, meningkat hingga 500 hingga 600 pengendara sepeda motor dan 200 mobil setiap harinya,”  jelasnya.(ony)

Pemudik Mulai Padati Stasiun Jombang Tujuan Bandung dan Jakartam

Pada H+3 lebaran terjadi lonjakan penumpang di stasiun Jombang


Jombang - Beritajombang.net - Penumpang Kereta api tujuan Jakarta dan bandung mulai memadati stasiun Jombang, Jawa Timur. Diperkirakan 1500 penumpang akan berangkat dari stasiun ini.
Kepala stasiun jombang Radne Anyarso Tulad mengatakan terjadi lonjakan penumpang sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya." Jika pada tahun sebelumnya sekitar 800 - 1000 penumpang berangkat dari stasiun jombang, dan ditahun ini sekitar 1500 penumpang," ujarnya. Senin (20/07/2015).
Saat disinggung ketersedian tiket tujuan jakarta dan bandung Radne mengatakan, persediaan tiket untuk tujuan Jakarta dan Bandung sudah habis dan baru akan tersedia pada 27 Juli 2015 mendatang.
"Untuk tiket kereta api Bisnis tujuan jakarta baru bisa dipesan 27 Juli mendatang begitu juga tujuan bandung. Bahkan untuk kereta api ekonomi dengan tujuan yang sama baru bisa dipesan pada 9 agustus 2015," imbuhnya.
Masih menurut radne, diprediksi lonjakan penumoang baru akan terjadi pada H+ 5 hingga H+7 lebaran."Karena pada senin 27 juli sudah mulai aktif sekolah jadi kemungkinan besar akan terjadi lonjakan penumpang saat weekend," pungkasnya.(ony)

Tenda Pleno Siap Teduhkan Muktamar NU Ke 33

FOTO: Suasana tenda pleno yang digunakan dalam Muktamar NU ke 33 di Jombang. (roni/bejo.net)
JOMBANG - Sejumlah tenda dengan kapasitas besar mulai didirikan didalam kawasan alun-alun Kabupaten Jombang Jawa Timur. Tenda tersebut akan digunakan untuk Ruang Sidang pleno Muktamar ke 33 Nahdatul Ulama.

Pantauan wartawan di Lokasi, sejumlah tenda besar dibangun memanjang didalam kawasan alun-alun. Hingga saat ini Sejumlah tiga tenda utama dan dua tenda timur dan barat sudah terpasang. Selain tenda juga didirikan satu panggung besar guna acara pembukaan Muktamar ke 33 Nahdatul Ulama ini.

Alun-alun Kabupaten Jombang Sendiri rencananya oleh panitia pelaksana Muktamar Ke 33 NU akan dijadikan sebagai tempat utama pelaksanaan, yakni sebagai tempat sidang pleno muktamar. Namun untuk sidang Komisi akan dilaksanakan di empat pondok pesantren (ponpes) yang ada di Kabupaten Jombang yakni Ponpes Darul Ulum (Peterongan), Ponpes Tebuireng, Ponpes Bahrul Ulum (Tambakberas) dan Ponpes Mambaul Maarif (Denayar).

Mukatamar Ke 33 NU yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jombang Jawa Timur akan dilaksanakan pada tanggal 1 - 5 Agustus 2015 Mendatang. Presiden Republik indonesia Joko Widodo direncanakan hadir langsung Guna membuka Gawe Akbar kaum nahdiyin tersebut.

Diperkirakan ratusan ribu orang akan hadir dikabupaten jombang untuk menyaksikan dan memeriahkan muktamar. Dan sedikitnya 15.000 Muktamirin (peserta muktamar) juga akan hadir. Disamping itu ada juga utusan beberapa negara sahabat serta cabang istimewa yang ada diluar negeri juga datang. (.ron)

Jelang Lebaran Pengiriman Paket Di Kantor Pos Jombang Alami Lonjakan

Penumpukan paket di Kantor Pos Jombang (Foto : Rony Suhartomo)


Jombang - Beritajombang.net - Jelang hari raya idul fitri 1436 H kiriman paket yang mengunakan jasa pos kian meningkat di Kantor Pos Jombang, mengalami peningkatan. Paket barang berupa Pakaian dan kiriman kue lebaran mendominasi paket barang yang dikirimkan keluar Kabupaten Jombang, hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan paket yang akan dikirimkan.
Hari Sumaryono, Kepala Kantor Pos kabupaten Jombang, Mengatakan lonjakan pengiriman paket menggunakan jasa pos sebernarnya sudah terasa pada pertengahan bulan juni. Namun semakin memdekati hari raya jumlah pemgiriman semakin meningkat.
"Hingga saat ini kenaikan sudah mencapai 24 persen dari hari biasanya. Kenaikan itu antara pengirim dan penerima jumlahnya sama. Hal ini terbukti masih menumpuknya kiriman walaupun sudah ada kemdaraan extra yang digunakan," ujarnya, saat ditemui dikantornya. Rabu (8/7/2015).
Hari menambahkan jika kenaikan volume pengiriman paket juga dirasakan di beberapa daerah selain kabupaten jombang. Yakni di Kabupaten Tulungangung, Mojokerto, Kediri, Pare, dan Kabupaten Blitar. Kenaikan volume secara merata di enam kabupaten ini sudah disikapi oleh regional surabaya untuk penambahan armada agar tidak terjadi penumpukan.
"Ada kebijakam dari regional surabaya terkait antipsipasi peningkatan volume kiriman paket ini yakni, Dalam satu hari biasanya ada dua angkutan lalu lintas yang jalan, ditambah menjadi tiga kali dalam hari tertentu misalnya senin, selasa Jumat, karena pada hari-hari tersebut intesitas pengiriman masuk dalam kategori tinggi." pungkasnya.(ony)

Latihan Menembak Ala Jombang Shoting Club

Anggota Jombang Shoting Club (JSC) latihan menembak menggunakan Air gun di Perumda Desa Candi, Sabtu (4/7). latihan menembak tersebut untuk menunggu waktu berbuka puasa. (Foto : Rony Suhartomo)


Beritajombang.net - Jombang - Banyak cara  yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu sembari menunggu bedug magrib. Salah satunya, yakni dengan belajar menembak. Selain menghabiskan waktu, kegiatan ini juga dilakukan untuk memasyarakatkan  olah raga tembak di Kota  Santri. Sebab, hingga  saat ini kegiatan menembak sepertinya masih sedikit asing bagi warga Kabupaten Jombang. Seperti yang dilakukan komunitas JSC (Jombang Shooting Club) pada Sabtu kemarin (4 Juli 2015). Dengan menggunakan berbagai jenis air soft dan air gun, para pemuda laki-laki maupun perempuan ini terlihat asyik mengokang senjata milik mereka, di lapangan tembak di Perumda Desa Candi, Kecamatan Jombang. Dengan mimik wajah yang cukup serius, mereka fokus ke target yang berjarak sekitar 5 hingga 25 meter. Tergantung dengan jenis air gun yang digunakan. Menurut Tito Kadarisman, sekretaris umum Perbakin Jombang,  ada berbagai jenis air gun yang digunakan dalam latihan menembak ini. Mulai dari  replica Makarov,  hingga jenis senjata laras panjang atau PCP. ’’Untuk laras pendek jenis revolver, jarak tembaknya lima meter sedangkan untuk laras panjang maksimal 25  meter,’’ ujarnya. Ia menambahkan, dalam kegiatan ini tidak hanya anggota klub saja yang diperbolehkan mengikuti latihan menembak. Warga masyarakat yang pun diperbolehkan untuk turut serta. Mereka meminjamkan dan melatih warga untuk menggunakan replika senjata api ini.  ’’Kegiatan ini untuk memasyarakatkan olah raga  tembak di Jombang. Sehingga warga Jombang sudah tidak asing lagi dengan yang namanya menembak,’’  tambahnya. Ia pun berharap, dengan adanya kegiatan ini banyak warga Jombang yang kemudian menggandrungi olah raga ini. Sehingga bisa muncul atlet-atlet tembak dari Kota Santri yang bisa bertarung baik di ajang daerah maupun nasional. ’’Sampai saat ini sudah ada 62 anggota di JSC ini. Harapannya ke depan semakin banyak lagi atlet-atlet penembak yang bisa lahir dari Jombang,’’ pungkasnya.(ony)

Satu Pelaku Pembobol ATM di Bandar Kedungmulyo Berhasil di Bekuk Polisi

Salah satu pelaku percobaan pembobolan ATM di Bandar Kedungmulyo berhasil diamankan Polisi (Foto : Rony Suhartomo)



Jombang - Beritajombang.net - Aa (24) Warga semarang, Anggota sindikat pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kecamatan Bandar Kedungmulyo kabupaten Jombang Jawa Timur, berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang. Pelaku ditangkap di terminal barang Tunggorono kabupaten Jombang Jawa Timur.
Pelaku berhasil ditangkap aparat kepolisian bersama petugas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) yang bertugas menjaga Pintu terminal Barang Tunggorono Kabupaten Jombang. Sempat terjadi kejar-kejaran karena pelaku berusaha kabur meninggalkan mobilnya dalam area terminal.
"Mobil itu langsung masuk ketempat barang, dan pengemudi keluar dan kabur, jelas dia bukan sopir yang biasa masuk disini. Pintu portal langsung saya tutup karena ada teman polisi yang teriak dia rampok, agar mobilnya tidak bisa keluar," ujar Yanuar Bimasto (48) staf penjaga terminal barang. Sabtu (4/7/2015).
Yanuar menambahkan, karena mengetahui bahwa yang masuk dalam terminal barang adalah rampok dirinya mencari antisipasi dengam mecari batu bata untul berjaga-jaga. Dirinya kawatir pelaku membawa senjata tajam atau senjata api.
"Saya kawatir pelaku bawa senjata kemudian bersama polisi meringkus dia, dan akirnya berhasil diamankan dan di bawa ke mapolres jombang," imbuhnya.
Pantauan wartawan, pelaku berhasil diamankan dengan barang bukti berupa satu buah mobil avansan bernopol B 1421 TKF, dan beberapa tas yang diduga peralatan dan Hasil kejahatan pelaku. Sementara itu pihak Polres Jombang, belum memberikan keterangan resmi mengenai penangkapan salah satu komplotan pembobol ATM yang meresahkan warga Jombang.(ony)

Upaya Pembobolan ATM di Bandar Kedungmulyo, Berhasil di Gagalkan Satpam

Polisi mengamankan lokasi Pembobolan Anjungan Tunai Mandiri di Bandar kedungmulyo Jombang (Foto : Rony Suhartomo)

Jombang - Beritajombang.net - Mulur (45) satpam keamanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berhasil menggagal aksi kawanan pembobolan ATM di Kecamatan Bandar kedungmulyo Kabupaten Jombang Jawa Timur. Namun dua pelaku berhasil kabur setelah sempat terjadi perkelahian antara satpam dan pelaku dalam bilik ATM.
"Ketika saya lihat mereka sedang menjalankan aksinya dalam CCTV, saya lantas keluar dan terjadi perkelahian antara saya dan salah satu pelaku," ujar Mulur (45) Satpam Keamanan ATM. Sabtu (4/7/2015).
Mulur menambahkan, salah satu pelaku yang menunggu dalam mobil mengetahui temannya dihajar olehnya kabur kearah utara. Dan pelaku yang habis dihajarnya juga kabur ke kebun tebu yang berjarak 500 meter dari ATM.
"Salah satu pelaku yang sempat saya ambil kaosnya lari ke kebun tebu yang ada 500 meter disebelah ATM dan pelaku lainya kabur dengan mobil avansa menuju arah Utara," imbuhnya.
Pantauan wartawan dilokasi kejadian, Kawana pelaku saat ini dalam pengejaran petugas Kepolisian Polres Jombang bebekal informasi yang didapat dari keterangan mulur. Pelaku mengendari kendaraan roda 4 jenis Avansa ber Nomor Polisi B 1421 TKF yang kabur kearah utara.(ony)

300 Kg Daging Busuk Di Sita Polisi Dari Pasar Tradisional Utara Sungai Brantas

Sebanyak 3 kwintal daging busuk di sita oleh polisi di salah satu pasar tradisional utara sungai brantas Jombang. (Foto : Rony Suhartomo)


Jombang - Beritajombang.net - Polres Jombang dan Dinas Peternakan menggelar razia ke sejumlah pasar tradisional guna mengantisipasi beredarnya daging babi hutan atau celeng, Jumat (3/7/2015) dini hari. Namun bukannya daging celeng yang didapat, justru menemukan 300 kilogram daging sapi busuk yang dijual bebas di Pasar Ploso.
Seluruh daging tersebut kemudian disita petugas karena dianggap membahayakan. Polisi menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi.
Lokasi yang pertama kali didatangi petugas adalah Pasar Citra Niaga Jombang. Satu persatu lapak pedagang daging diperiksa. Mulai kondisi fisik, kadar air, hingga jenis dan kesegaran daging. Namun demikian petugas tidak menemukan daging yang dicurigai.
Selanjutnya, tim gabungan bergeser ke Pasar Ploso yang berlokasi di utara Sungai Brantas. Lagi-lagi, petugas menyisir serta melakukan pemeriksaan di masing-masing lapak pedagang. Nah, saat berada di lapak milik Roni Ashari (29), petugas mulai curiga. Karena petugas mendapatkan daging sapi dengan kadar air cukup tinggi. Dugannya, daging tersebut glonggongan.
Tak puas hanya itu. Polisi dan petugas Dinas Peternakan kemudian memeriksa lemari es atau freezer milik pedagang tersebut. Dari situ ditemukan satu karung daging sapi yang kondisinya sudah membusuk. Barang berbahaya itu lantas disita petugas sebagai barang bukti.
Ternyata kondisi serupa juga ditemukan di lapak milik pedagang lainnya, yakni sebanyak tiga karung lagi daging busuk disimpan dalam lemari es. Bahkan dalam temuan terakhir itu aroma busuk cukup menyengat. Sudah begitu warna daging sudah kehitaman.
"Dalam razia ini kami menemukan daging busuk. Seluruh daging tak layak konsumsi itu kami sita. Karena jika dibiarkan membahayakan konsumen," ujar Kepala Bagian Operasi (KBO) Satreskrim Iptu Sarwiaji di lokasi.
Meski ketahuan menjual daging berbahaya, namun para pedagang berdalih daging tersebut memang akan dibuang. Ketika didesak, mereka ganti beralasan bahwa daging itu dijual khusus untuk penjual soto. "Biasanya untuk campuran soto dan rawon," ujar Roni beralasan.

Kodim 0814 Jombang Lakukan Salat Gaib Untuk Korban Hercules


Pelakasanaan sholat ghoib di aula Kodim 0814 Jombang. (Foto : Rony Suhartomo)

Jombang - Beritajombang.net - Kodim 0814 Jombang melaksanakan sholat ghaib bagi para korban kecelakaan pesawat Hercules yang jatuh di Jalan Jamin Ginting Medan, Selasa, 30 Juni siang. Sholat ghoib yang dilaksanakan di Aula Kodim 0814 Jombang ini diikuti oleh seluruh jajaran anggota Kodim dan dimulai pada pukul 08.30 wib dan bertindak sebagai imam salat adalah Kepala staff kodim.mayor infantri khoiruman.
"Sebagai wujud bela sungkawa atas musibah yang terjadi terhadap rekan-rekan Angkatan udara atas musibah yang terjadi. Kita berharap agar keluarga korban dapat tabah dalam menghadapi cobaan ini," ujar Dandim 0814/Jombang Letkol Arm Muhammad Haidir S.Ip. Rabu (1/7/2015).
Dandim menambahkan, agar proses evakuasi korban dapat berjalan dengan lancar dan tidak menemukan kesulitan yang berarti. Dan berharap agar seluruh korban jatuhnya pesawat tersebut dapat segera di indetifikasi.
"Ini adalah bencana dan cobaan yang harus dihadapi, mari bersama berdoa agar para korban yang meninggal dapat tempat yang layak disisi tuhan," imbuhnya.
Saat disinggung mengenai korban dari jombang, Dandim menegaskan tidak ada korban dari jajaran 0814 Jombang, Namun ada dari kodim yang berada di wilayah sumatra."Tidak ada kirban dari jajaran kiita, namun infonya ada yang dari Kodim Sumatra. Kita berharap yang terbaik buat para korban saja mas," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, pesawat Hercules C-130 jatuh di kawasan permukiman di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa sekitar pukul 11.48 WIB. Pesawat jatuh dengan menghantam dua ruko dan merusak sejumlah bangunan lainnya.(ony)

Dua Proyektil Yang Bersarang Di Tubuh Korban Perampikan Berhasil Diangkat


Kondisi Hadi Atmaji pasca Operasi pengakatan Proyektil (Foto : Rony Suhartomo)
Jombang - Beritajombang.net - Operasi kedua Hadi Atmaja korban penembakan rampok berjalan lancar. Operasi yang dilakukan guna mengangkat sisa proyektil dari tubuh pria yang menjadi korban perampokan dan penembakan beberapa hari lalu itu, fokus pada pengangkatan proyektil yang masih bersarang dalam tubuh korban. Sejumlah Dua proyektil berhasil diangkat dari paha dan lengan tersebut.
"Satu proyektil dipaha dalam kondisi untuh, sehingga berlangsung cepat operasinya. Namun untuk dilengan karena proyektil pecah menjadi dua dan merusak tulang lengan butuh waktu extra, karena selain mengangkat proyektil juga fokus pada perbaikan tulang," jelas Direktur Rumah sakit umum Kabupaten Jombang, Dr Pudji Umbaran. Selasa (30/6/2015).
Pudji menambahkan, secara keseluruhan kondisi korban dalam kondisi baik. Namu pasca operasi yang berjalan lebih dari 3 jam tersebut korban sempat mengalami tekana darah tinggi.
"Tim dokter yang melakukan perawatan dan observasi akhirnya menemukan gelaja darah tinggi akibat pengaruh obat yang diberikan. Namun secara umum kondisi korban membaik," imbuhnya.
Pasca operasi Hadi Atmaji berada dalam ruang observasi selama dua jam dan kemudian di pindahkan dalam ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Jombang.
Hadi menjadi korban perampokan setelah mengambil uang dari bank. Saat turun dari mobil di depan rumahnya, Perumahan Pulo Asri, Jombang, empat pelaku berusaha merampas tas berisi uang tunai Rp250 juta.
Hadi berusaha mempertahankan tasnya. Namun perampok melepaskan tembakan untuk melumpuhkan pria berusia 45 tahun itu. Pelaku juga mengayunkan senjata tajam pada Hadi. Korban roboh. Pelaku pun langsung kabur.(ony)

Kapolres Jombang Instruksikan Tembak Ditempat Pelaku Perampokan


Kapolres tengah memeriksa kondisi mobil patroli jajaran. (Foto : Roni Suhartomo)

Jombang - Beritajombang.net - Mengantisipasi timbulnya aksi Kejahatan khususnya bersenjata api (bersenpi), membuat Polres Jombang akan mengambil tindakan yang sangat tegas. Buktinya, Kapolres AKBP Sudjarwoko menginstruksikan kepada jajarannya agar mengambil tindakan tegas dengan tembak ditempat bagi para pelaku kejahatan. Hal itu ditegaskan saat Kapolres lakukan pemeriksaan kesiapan pengamanan Lebaran dan Muktamar ke 33 NU mendatang.
Meski demikian, Kapolres juga menyatakan tindakan tegas yang dilakukan itu harus berdasarkan SOP (Standar Operasi dan Prosedur) yang telah ditetapkan. "Mengantisipasi maraknya perampokan maupun kejahatan lain yang semakin nekad, diperintahkan seluruh personel agar lakukan tindakan tegas terhadap para pelaku, ," kata Sudjarwoko, usai memeriksa seluruh kendaraan patroli jajarannya, Senin (29/6).
Dikatakan, untuk saat ini juga telah dibentuk beberapa tim khusus untuk mengantisipasi maupun mengungkap kasus perampokan yang terjadi beberapa waktu lalu. Tim khusus itu melibatkan semua unsur yang ada, yakni Buru Sergap (buser) Satrekrim, Sabhara, Satreskoba, Unit Patroli dan satuan polsek jajaran. Semua anggota yang tergabung di masing-masing tim dibekali dengan senjata api (senpi) dan laras panjang. "Tim khusus yang kita bentuk selain untuk memburu pelaku perampokan, juga lakukan antisipasi terjadinya kejahatan di jalanan selama menjelang hari raya Lebaran," lanjutnya.
Selain itu, patroli rutin juga semakin digiatkan. Termasuk aktif mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam hal keamanan lingkungan, khususnya wilayah perkantoran, perbankan maupun pertokoan. ”Masyarakat juga jangan ragu untuk segera melapor ke pos polisi terdekat jika melihat terjadinya kejahatan atau bila perlu membantu mengungkap setiap ada kejadian,” tandasnya.(ony)

Warga Wonorejo Kecamatan Bareng, Tempuh 2 Km Hanya Untuk Cuci Baju

Hanya untuk mencuci baju, warga Dusun Wonorejo Kecamatan Bareng harus berjalan sejauh 2 km (foto : Rony Suhartomo)


Jombang - Beritajombang.net - Kekeringan yang melanda Dusun Wonorejo Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang kian parah. Pasalnya untuk kebutuhan cuci dan mandi warga yang terdiri dari 44 kepala keluarga tersebut menggunakan air disungai yang hampir mengering yang terletak di bawah desa dengan jarak tempuh dua kilometer.
"Mau gimana lagi mas, wong cuma disini aja yang terdapat air, walaupun tidak bersih-bersih amat yang penting bisa digunakan sebagai Cuci baju dan mandi. Sedangkan air bantuan dari BPBD hanya fokus buat wudhu, dan masak apalagi sekarang lagi ramadan," ujar Mbok sami, warga Dusun Wonorejo. Rabu (27/6/2015).
Sami menambahkan, sudah dua bulan terakir dirinya berserta keluarganya harus naik turun bukit sepanjang 2 kilometer hanya untuk sekedar mencuci dan mandi. Jika sungai kering dirinya tak tau lagi harus mencari air bersih dimana.
"Sejak hujan tidak lagi turun ya disini mas nyarinya airnya untuk mencuci pakaian. Dan jika sungai kering kita kebingungan mas nyarinya airnya dimana," pungkasnya.

Petugas Polres Jombang Sita 1000 Butir Petasan Dari ABG

Petugas menyita 1000 butir petasan yang rencananya akan dijual kembali oleh pelaku.  (foto : Rony Suhartomo)


JombangNH (17) warga Dusun Banjarsari, Desa Tegalan Kedunggalih, Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Jawa Timur, terpaksa harus diamankan oleh Polres Jombang, Karena kedapatan membawa 1000 butir petasan. Pelaku ditangkap di jalan Raya Kwaron, Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
AKP Gatot Mustofa, Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang mengatakan Kronologis penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa ada seseorang yang membawa petasan dengan jumlah besar. "Sebagai tindak lanjut, petugas kemudian melakukan penyanggongan di Jl Raya Kwaron, Kecamatan Diwek, dan melihat dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Shogun nopol S 4009 WH. Dan dilakukan pemeriksaan," jelasnya.
Gatot menambahkan, gerak gerik dua pemuda terkesan mencurigakan membawa kardus bekas makanan ringan (snack) yang terkesan disembunyikan. Aparat kepolisian langsung melaku pemeriksaan. Mulai pemeriksaan surat-surat kendaraan, hingga barang bawaan dua pria tersebut. Awalnya, petugas mengira bahawa kardus tersebut benar-benar berisi snack keripik seperti yang tertera di kemasan.
"Jumlahnya ada 1.000 butir petasan. Masing-masing petasan sebesat ibu jari. Rencananya mercon tersebut akan dijual lagi," ujar Gatot sembari menunjukkan barang bukti yang dimaksud.
Kepada petugas, NH mengaku bahwa mercon tersebut hasil kulakan di daerah Diwek. Rencananya, seribu petasan itu akan dijual kembali di Kecamatan Bareng, Jombang.
"Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal (1) UU Darurat No 12 tahun 1951, tentang membawa, memiliki, menyimpan, dan atau menguasai bahan peledak jenis petasan tanpa ijin. Dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara," pungkas Gatot.(ony)

Kepergok, Maling Burung Tewas Tabrak Pagar



Jombang - beritajombang.net, Dua orang maling burung ini sedang nahas. Saat melakukan aksinya mencuri burung beserta sangkarnya, Senin (27/4) sore, malah kepergok pemiliknya. Tak ayal, keduanya langsung kabur dengan mengendarai motornya. Karena panik ketika dikejar warga, motor yang mereka kendarai menabrak tembok pagar rumah warga. 


Saking kerasnya menabrak tembok membuat salah satu pelaku, yakni Moch Almuzaqqi (18), warga Dusun Genjong Kidul, Desa Sidowarek, Kec. Ngoro meninggal seketika di lokasi dengan  terluka parah di kepala. Sedangkan rekannya yakni Achmad Yaqi Nurrizal (20), juga warga Dusun Genjong Kidul mengalmi luka parah hingga tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Aksi maling burung tersebut diketahui sekitar pukul 14.00 di rumah Rohman Ali Imron (28), warga Desa Cukir gang I, Kec. Diwek. Semula, korban diketahui tengah berada di dalam rumah tengah beristirahat. Tanpa diduga, sesaat kemudian dua pelaku dengan mengendarai motor berhenti tepat di depan rumah korban. Awalnya, korban tak mengira kedua pemuda yang berhenti di depannya bermaksud jahat. Namun dugaan korban meleset. "Saya sempat mengira keduanya hanya berhenti saja di depan rumah," ujar korban.
Benar saja, entah karena kondisi sepi dan merasa aman, salah satu pelaku langsung masuk ke teras rumah korban. Selanjutnya, dia segera meraih burung beserta sangkarnya yang tergantung di teras. Sedangkan rekannya menunggu di atas motor dengan kondisi mesin menyala. Merasa berhasil, kedua pelaku bermaksud segera kabur. Namun bersamaan itu, aksi dua pemuda itu dipergoki oleh korban.  Korban langsung berteriak maling. Tak ayal, kedua pelaku seketika panik dan segera memilih kabur dengan membuang sangkar dan burung tersebut.kedua pelaku mengendarai motornya sangat kencang.

Warga yang melihat kedua pelaku kabur segera mengejar. kedua pelaku semakin panik hingga tak menyadari adanya tembok pagar rumah warga saat berbelok. Tak ayal, motor yang melaju kencang seketika menabrak keras tembok pagar rumah yang tak jauh dari rumah korban. Akibatnya, satu pelaku terluka parah di bagian kepala karena menghantam keras tembok hingga meninggal seketika di lokasi. Sedangkan rekannya juga terluka hingga tak sadarkan diri.


Atas kejadian itu, warga segera hubungi polsek setempat. Tak lama beberapa petugas tiba di lokasi dan langsung meminta keterangan saksi-saksi. Selanjutnya, petugas evakuasi pelaku yang meninggal ke kamar jenazah rumah sakit. Sedangkan yang terluka hingga tak sadarkan diri langsung dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit. "Diduga karena panik dikejar warga, motor yang dikendarai kedua pelaku melaju tak terkendali hingga tabrak tembok. Satu tewas di lokasi, satu luka parahan. Sementara barang bukti yang kita amankan motor yang dikendarai kedua pelaku," ujar AKP Rudi Darmawan, Kapolsek Diwek. (0ny)

Ploso, Ibu Rumah Tangga Tewas Terhantam Truck

Jombang (beritajombang.net) - Sumarlik (47), warga Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, tewas setelah sepeda motor yang dikendarai bertabrakan dengan truk boks di Jalan Raya Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Jombang, Senin (16/3/2015) sekitar pukul 09.30 WIB. Korban tewas setelah kepalanya membentur aspal hingga berdarah.

Saksi mata di lokasi mengatakan, kecelakaan itu bermula ketika Di'ah (45) sedang mengandarai sepeda motor New Vega bernopol S 2982 XQ membonceng Sumarlik. Dua ibu rumah tangga ini melaju dengan kecepatan sedang dari arah timur. Mendekati lokasi kejadian, Di'ah menambah kecepatan kendaraannya. Warga Desa Jatimlerek ini hendak mendahului sepeda motor yang ada didepannya.

Namun ironis, pada saat bersamaan muncul truk boks bernopol L 9727 UJ dari arah berlawanan. Truk yang dikemudikan Ngadino (37), warga Desa Rejosometuk, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah tersebut juga hendak mendahului motor yang ada di depannya. Ngadino pun menginjak tuas gas kendaraannya.

Karena sama-sama mengambil haluan dari arah kanan, truk dan sepeda motor itu bersenggolan dengan keras. Di'ah berserta motornya terpental ke arah kiri. Naas bagi Sumarlik, tubuhnya terbanting ke aspal sangat keras. Sudah begitu, perempuan asal Desa Jatinmlerek ini tidak mengenakan helm. "Kepalanya terbanting ke aspal dengan keras. Korban langsung meninggal," ujar Wulyadi (52), warga setempat.

Warga yang mengetahui kecelakaan langsung berhamburan untuk memberikan pertolongan. Sedangkan warga lainnya melaporkan kecelakaan tersebut ke polisi. Jasad korban meninggal dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang. Sementara, Di'ah hanya bisa meraung-raung histeris ketika mengetahui orang yang diboncengnya tewas saat kecelakaan.

"Truk berserta sopirnya kita bawa ke Satlantas guna dimintai keterangan. Selain itu, kita juga meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dengan begitu, kita bisa mengetahui penyebab kecelakaan dengan satu korban meninggal ini," ujar Kanitlaka Satlantas Polres Jombang, Iptu Darul Asifin.ony

 
Copyright © 2015 Hallo Jombang. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger