Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Polres Jombang Gagalkan Pengiriman 342 Liter Arak



Beritajombang.Net Jajaran Polres Jombang berhasil gagalkan pengiriman 342 liter minuman keras (miras) jenis arak, Selasa (23/6). Ratusan liter arak tersebut dikemas dalam 228 botol bekas minuman air mineral ukuran 1,5 liter. Untuk kelabui petugas, miras-miras tersebut disimpan dalam kardus minuman air mineral dan diangkut dengan menggunakan mobil pikap. Selain itu, petugas juga amankan Irawan (25), asal Desa/Kec. Semanding, Kab. Tuban yang membawa miras tersebut. 

Pengamanan miras tersebut dilakukan anggota Polsek Kabuh sekitar pukul 10.00 di kawasan Jl Raya Kabuh, Desa Jatisari, Kec. Kabuh. Semula, beberapa petugas tengah lakuka  patroli rutin untuk mengantisipasi timbulnya aksi kejahatan dalam bulan puasa ini. Tak hanya mengamati situasi, petugas sempat menyapa masyarakat untuk menanyakan situasi keamanan setempat. Usai menyapa masyarakat, petugas kembali melanjutkan patroli dengan menyusuri jalan.

Tanpa diduga, saat melintasi Jl Raya Kabuh, petugas melihat mobil pikap hitam, S 8233 JB yang disopiri Irawan melaju dari arah berlawanan. Melihat mobil tersebut, petugas seketika curiga. Pasalnya, mobil tersebut melaju dengan kencang dengan muatan yang cukup banyak. Curiga, petugas memutuskan untuk balik arah dan mengejar mobil tersebut dan berusaha menghentikannya.

Berhasil dihentikan, petugas langsung memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Tak hanya itu, petugas juga memeriksa isi muatan yang dibawa mobil pikap itu. Saat itulah, petugas langsung mendapati botol-botol air mineral yang dikemas dalam 19 dos. Penasaran, petugas langsung membuka salah satu tutup botol. Saat itulah, petugas mencium aroma miras yang sangat kuat.

Mendapati hal itu, petugas segera amankan Irawan beserta kendaraan dan muatannya. Tentu saja, tersangka tak bisa mengelak dan hanya pasrah digelandang petugas ke mapolsek. Kemudian, seluruh miras tersebut disita untuk dimusnahkan. Sedangkan, tersangka diperiksa lebih lanjut dan akan diajukan ke persidangan tipiring (tindak pidana ringan). "Rencananya, miras sebanyak itu akan dikirim ke seorang penjual di Jombang. Tersangka kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata AKP Gatot Mustofa, Kasubbag Humas Polres Jombang.(ony)

Dalam Sepekan Polres Jombang Sita Ribuan Pil Koplo Dari Pengedar Narkoba

Sejumlah barang bukti berupa ribuan pil koplo dan puluhan botol miras jenis arak berhasil diamankan oleh Polres Jombang, senin (4/5) [foto : Rony S]


Jombang - Beritajombang.net - Peredaran pil koplo di wilayah Jombang perlu semakin diwaspadai. Buktinya, dalam sepekan, anggota Satreskoba Polres Jombang berhasil menggagalkan peredaran pil koplo jenis dobel L sebanyak ribuan butir. Barang bukti sebanyak itu diamankan dari 7 orang tersangka yang merupakan pengedar. Ironisnya, dua diantaranya masih dibawah umur.
Kasatreskoba, AKP Hariyono didampingi AKP Lely Bahtiar, Kasubbag Humas Polres Jombang mengatakan barang bukti ribuan pil koplo tersebut diperoleh dari 4 kasus yang terjadi dalam satu pekan. "Dari empat kasus peredaran pil koplo, kami berhasil amankan barang bukti sebanyak 1700 butir pil dobel L," kata Hariyono, saat menggelar rilis ungkap kasus narkoba dan miras, Senin (4/5).
Dari banyaknya pil koplo yang berhasil diamankan tersebut, diakui Hariyono, peredarannya di masyarakat diduga masih marak saja. Oleh sebab itu, pihaknya kini masih berusaha keras agar bisa mengungkap pemasok atau bandar besarnya. Apalagi, dari 7 orang tersangka yang diamankan ada 2 tersangka masih dibawah umur. Dari hal itu, diperkirakan para bandar pil koplo sengaja memanfaatkannya agar tak mudah terdeteksi petugas. "Memang ada dua tersangka masih dibawah umur. Satu berstatus pelajar, dan satu lagi putus sekolah," lanjutnya, seraya menegaskan kalau keduanya mengedarkan pil koplo ke masyarakat bukan di kalangan pelajar.
Selain berhasil amankan ribuan pil koplo, dalam sepekan ini juga diamankan miras jenis arak sebanyak 50 liter. Miras tersebut berhasil diamankan dari 21 orang tersangka atau penjualnya. Pengamanan miras dilakukan untuk mengantisipasi makin marak peredarannya dan antisipasi tindak kejahatan akibat konsumsi miras. "Rata-rata miras tersebut kami amankan saat dalam pengiriman ke penjual. Namun tak sedikit juga yang kami amankan dari penjualnya," tegasnya.(ony)

Dalam Sepekan Polres Jombang Sita Ribuan Pil Koplo Dari Pengedar Narkoba

Sejumlah barang bukti berupa ribuan pil koplo dan puluhan botol miras jenis arak berhasil diamankan oleh Polres Jombang, senin (4/5) [foto : Rony S]


Jombang - Beritajombang.net - Peredaran pil koplo di wilayah Jombang perlu semakin diwaspadai. Buktinya, dalam sepekan, anggota Satreskoba Polres Jombang berhasil menggagalkan peredaran pil koplo jenis dobel L sebanyak ribuan butir. Barang bukti sebanyak itu diamankan dari 7 orang tersangka yang merupakan pengedar. Ironisnya, dua diantaranya masih dibawah umur.
Kasatreskoba, AKP Hariyono didampingi AKP Lely Bahtiar, Kasubbag Humas Polres Jombang mengatakan barang bukti ribuan pil koplo tersebut diperoleh dari 4 kasus yang terjadi dalam satu pekan. "Dari empat kasus peredaran pil koplo, kami berhasil amankan barang bukti sebanyak 1700 butir pil dobel L," kata Hariyono, saat menggelar rilis ungkap kasus narkoba dan miras, Senin (4/5).
Dari banyaknya pil koplo yang berhasil diamankan tersebut, diakui Hariyono, peredarannya di masyarakat diduga masih marak saja. Oleh sebab itu, pihaknya kini masih berusaha keras agar bisa mengungkap pemasok atau bandar besarnya. Apalagi, dari 7 orang tersangka yang diamankan ada 2 tersangka masih dibawah umur. Dari hal itu, diperkirakan para bandar pil koplo sengaja memanfaatkannya agar tak mudah terdeteksi petugas. "Memang ada dua tersangka masih dibawah umur. Satu berstatus pelajar, dan satu lagi putus sekolah," lanjutnya, seraya menegaskan kalau keduanya mengedarkan pil koplo ke masyarakat bukan di kalangan pelajar.
Selain berhasil amankan ribuan pil koplo, dalam sepekan ini juga diamankan miras jenis arak sebanyak 50 liter. Miras tersebut berhasil diamankan dari 21 orang tersangka atau penjualnya. Pengamanan miras dilakukan untuk mengantisipasi makin marak peredarannya dan antisipasi tindak kejahatan akibat konsumsi miras. "Rata-rata miras tersebut kami amankan saat dalam pengiriman ke penjual. Namun tak sedikit juga yang kami amankan dari penjualnya," tegasnya.(ony)

Kepergok, Maling Burung Tewas Tabrak Pagar



Jombang - beritajombang.net, Dua orang maling burung ini sedang nahas. Saat melakukan aksinya mencuri burung beserta sangkarnya, Senin (27/4) sore, malah kepergok pemiliknya. Tak ayal, keduanya langsung kabur dengan mengendarai motornya. Karena panik ketika dikejar warga, motor yang mereka kendarai menabrak tembok pagar rumah warga. 


Saking kerasnya menabrak tembok membuat salah satu pelaku, yakni Moch Almuzaqqi (18), warga Dusun Genjong Kidul, Desa Sidowarek, Kec. Ngoro meninggal seketika di lokasi dengan  terluka parah di kepala. Sedangkan rekannya yakni Achmad Yaqi Nurrizal (20), juga warga Dusun Genjong Kidul mengalmi luka parah hingga tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Aksi maling burung tersebut diketahui sekitar pukul 14.00 di rumah Rohman Ali Imron (28), warga Desa Cukir gang I, Kec. Diwek. Semula, korban diketahui tengah berada di dalam rumah tengah beristirahat. Tanpa diduga, sesaat kemudian dua pelaku dengan mengendarai motor berhenti tepat di depan rumah korban. Awalnya, korban tak mengira kedua pemuda yang berhenti di depannya bermaksud jahat. Namun dugaan korban meleset. "Saya sempat mengira keduanya hanya berhenti saja di depan rumah," ujar korban.
Benar saja, entah karena kondisi sepi dan merasa aman, salah satu pelaku langsung masuk ke teras rumah korban. Selanjutnya, dia segera meraih burung beserta sangkarnya yang tergantung di teras. Sedangkan rekannya menunggu di atas motor dengan kondisi mesin menyala. Merasa berhasil, kedua pelaku bermaksud segera kabur. Namun bersamaan itu, aksi dua pemuda itu dipergoki oleh korban.  Korban langsung berteriak maling. Tak ayal, kedua pelaku seketika panik dan segera memilih kabur dengan membuang sangkar dan burung tersebut.kedua pelaku mengendarai motornya sangat kencang.

Warga yang melihat kedua pelaku kabur segera mengejar. kedua pelaku semakin panik hingga tak menyadari adanya tembok pagar rumah warga saat berbelok. Tak ayal, motor yang melaju kencang seketika menabrak keras tembok pagar rumah yang tak jauh dari rumah korban. Akibatnya, satu pelaku terluka parah di bagian kepala karena menghantam keras tembok hingga meninggal seketika di lokasi. Sedangkan rekannya juga terluka hingga tak sadarkan diri.


Atas kejadian itu, warga segera hubungi polsek setempat. Tak lama beberapa petugas tiba di lokasi dan langsung meminta keterangan saksi-saksi. Selanjutnya, petugas evakuasi pelaku yang meninggal ke kamar jenazah rumah sakit. Sedangkan yang terluka hingga tak sadarkan diri langsung dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit. "Diduga karena panik dikejar warga, motor yang dikendarai kedua pelaku melaju tak terkendali hingga tabrak tembok. Satu tewas di lokasi, satu luka parahan. Sementara barang bukti yang kita amankan motor yang dikendarai kedua pelaku," ujar AKP Rudi Darmawan, Kapolsek Diwek. (0ny)

Pembunuh Satu Keluarga di Sambong Terancam Hukuman Mati

Foto : Ony BeritaJombang.net.

 Jombang (beritajombang.net) - Ikhsan Pratama (20), pelaku pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Perumahan Sambong Permai Blok E-11 Jombang terancam hukuman mati. Ancaman itu terkuak saat JPU (Jaksa Penuntut Umum), Marsandi SH, membacakan dakwaannuya di depan persidangan yang digelar di PN (Pengadilan Negeri) setempat, Senin (9/3/2015).

Aksi pelaku yang dilakukan pada 21 Oktober 2014 itu dianggap melanggar sejumlah pasal atau pasal kumulatif. Diantaranya, pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP, pasal 351 KUHP, pasal 353 KUHP. Bukan itu saja, pelaku juga dijerat UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951.

"Pelaku dijerat dengan pasal kumulatif. Dari sejumlah pasal tersebut yang paling berat adalah pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancamannya maksimal hukuman mati," kata Marsandi menjelaskan.

Terdakwa yang duduk di kursi pesakitan hanya menunduk ketika dakwaan tersebut dibacakan. Setelah persidangan selesai, Ikhsan buru-buru menutupi mukanya dengan tangan. "Saya pasrah dengan dakwaan jaksa," kata Ikhsan singkat.

Sidang perdana kasus pembunuhan itu dipimpin Hakim Ketua I Putu Agus Adi Antara. Sementara di kursi pengunjung terlihat keluarga korban, yakni Hendriadi (35), beserta kerabat lainnya. Kasus pembunuhan sadis itu sendiri terjadi pada 21 Oktober 2014 sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu pelaku masuk ke rumah korban dengan memanjat pagar.

Saat mencongkel jendela, Delta Fitriani (30), yang merupakan istri dari Handriadi terbangun karena mendengar suara jendela dicongkel. Korban menghampiri jendela, namun nahas saat baru berada di depan pintu, pelaku langsung menusukkan pisau sangkur yang dibawanya ke perut korban.

Korban yang menjerit kesakitan membuat kedua anaknya yaitu Rivan Herdana (9) dan Yoga Saputra (7) yang sedang tertidur di ruang tamu terbangun. Melihat hal itu, pelaku kembali menusukkan sangkurnya ke tubuh dua anak itu di bagian dada hingga tewas.

Sementara Hendriadi yang mendengar keributan di ruang tamu segera bergegas keluar dari kamarnya. Namun, pelaku yang sudah kalap langsung menyerang korban dengan sangkurnya lagi secara bertubi-tubi.

Hendriadi berteriak meminta tolong hingga membuat warga sekitar berdatangan. Melihat ada warga yang datang, pelaku melarikan diri, namun berhasil ditangkap dan diserahkan kepada polisi. Selanjutnya, warga langsung membawa korban yang telah bersimbah darah ke rumah sakit. Namun tiga orang, Delta Fitrini, Rivan, dan Yogas, akhirnya meninggal.ony

Karena Dendam, Satu Keluarga Dibantai

BeritaJombang.Net- Tiga orang dalam satu keluarga di Perumahan Sambong Permai, KecamatanKota, Jombang, Jawa Timur tewas dibantai mantan karyawannya sendiri Rabu dinihari tadi (22/10/2014).

Sementara satu korban lagi kondisinya masih kritis dan kinimasih menjalani perawatan intensif di UGD RSUD Jombang.Korban tewas bernama DeltaFitriani (34) dan dua anaknya RivanHernanda (11) dan Yoga Saputra (9).

Sedangkan Suami Delta, yang bernama Hendriadi dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif diUGD RSUD Jombang sejak Rabudinihari tadi.


Pelaku pembunuhan terhadap tiga orang dalam satu keluarga di Perumahan Sambong Permai Jombang akhirnya dibekuk petugas. Pelaku bernama Ikhsan Pratama (19), warga asal Propinsi Riau. Dia merupakan mantan karyawan korban.

Kepada petugas, Ikhsan mengaku nekad membantai satu keluarga mantan majikannya karena dendam. Saat bekerja di toko pakaian milik Hendriadi (40), Ikhsan kerap dituduh mencuri.

Nah, perasaan tidak terima atas tuduhan itu menumpuk hingga melahirkan dendam pribadi. Pelaku kemudian menyelinap masuk ke rumah korban dan menghabisi empat orang dalam satu keluarga.

"Korban Hendriadi masih menjalani perawatan karena kritis," kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Harianto Rantesolu, Rabu (22/10/2014).

Harianto menambahkan, pelaku dibekuk beberapa saat setelah kejadian. Ketika hendal melarikan diri, Ikhsan kepergok warga dan berhasil dilumpuhkan. Selanjutnya, pemuda asal Riau ini digelandang ke mapolres tanpa perlawan. Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga bilah senjata tajam.

Seperti diberitakan, tiga orang penghuni Perumahan Sambong Permai Blok E Nomer 11 meninggal dengan kondisi luka bacok. Mereka adalah Delta Fitriani, Rifan dan Yoga. Ibu dan dua anak ini tubuhnya penuh dengan luka bacok. Sedangkan sang ayah, Hendriadi, kondisinya kritis dan harus menjalani perawatan intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Jombang.

Dor Warga Mojowarno Tewas Tertembak Saat Rayakan Malam Natal

Jombang (beritajombang.Net) - Seorang warga Desa Mojowangi Kecamatan Mojowarno, Jombang, Hadjo Santoso (60), tewas saat merayakan Natal di cafe 88 setempat, Rabu (25/12/2013). Korban meninggal dengan luka tembak di lengan kanan tembus hingga leher.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu berawal ketika korban dijemput dua orang tetangganya. Mereka kemudian merayakan pesta natal di cafe tersebut. Entah bagimana awalnya, salah satu teman korban yang merupakan anggota polisi mengeluarkan pistol dan ditaruh meja.
Sejurus kemudian, pistol jenis revolver itu menyalak. Hardjo pun roboh dengan peluru menembus dada. "Kejadiannya sekitar jam 02.00 dini hari tadi," kata salah satu warga.
Kapolres Jombang AKBP Tri Bisono Soemiharso membenarkan adanya kejadian tersebut. Hanya saja, ia menegaskan bahwa kejadian itu tidak ada kaitannya dengan perayaan natal. Oknum polisi yang berada di cafe tersebut, "Kami masih melakukan penyelidikan. Termasuk memeriksa pelaku dan saksi," kata Tri Bisono.(lw2)
sumber : beritajatim.com

Gus Solah : 'Amplop' Untuk Penghulu, Hanya perlu Payung Hukum



Jombang (beritajombang.NET) Menurut Penasehat MP3I (Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia), KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah menyampaikan perlu dikeluarkannya payung hukum untuk para penghulu KUA (Kantor Urusan Agama) yang kerap menerima 'amplop'.
Gus Solah mengungkapkan, untuk masyarakat yang menikah di kantor KUA, harus digratiskan, namun jika penghulu dipanggil untuk menikahkan di rumah atau di luar jam kerja, maka pemberian uang terima kasih tersebut tidak menjadi soal.
"Maka mekanisme pernikahkan memanggil penghulu tersebut harus segera dibuatkan payung hukum. Dengan begitu, pemberian uang terimakasih untuk penghulu tidak menjado pro-kontra," kata pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, ini, Minggu (22/12/2013).
Gus Solah mengungkapkan, berkumpulnya sekitar 30 pengasuh pondok pesantren se Indonesia di Tebuireng tersebut bukan khusus membahas persoalan KUA. Namun puluhan majelis pengasuh itu untuk mendeklarasikan MP3I. Selain pesantren dari pulau Jawa, hadir pula perwakilan dari Sumatera dan Kalimantan.
Dalam kesempatan itu seluruh pengurus maju ke atas panggung untuk mendengarkan pembacaan deklarasi yang dipimpin oleh Habib Soleh Al Mughdlor asal Situbondo. Setelah itu, forum MP3I menggelar dialog budaya yang disambung dengan nonton bareng film 'Sang Kiai'. Yakni film yang menceritakan perjuangan pendiri NU, Hadratusyaikh Hasyim Asyari dalam mengusir penjajah.
Gus Solah juga menegaskan, meski dideklarasikan menjelang momen pemilu dan pilpres, namun MP3I tidak ada kaitannya dengan politik. Organisasi tersebut dijadikan wadah komunikasi antar pondok pesantren se-Indonesia. Selain itu juga untuk mengatasi permasalahan yang selama ini melilit kalangan pesantren.
"Saya tegaskan bahwa MP3I tidak ada kaitannya dengan politik. Tidak ada kaitannya dengan pemilu dan pilpres. Mentang-mentang ada huruf 'P3'-nya, nanti dikira ada kaitannya dengan partai. Sekali lagi ini deklarasi ini murni untuk kepentingan pesantren," ujar Gus Solah.
Hal senada juga dilontarkan Ketua MP3I, KH Zaim Ahmad Ma'shum dari Lasem Jawa Tengah. Menurutnya, hadirnya lembaga tersebut tidak lepas dari kondisi pesantren saat ini. Dahulu, kata Zaim, pesantren merupakan pusat membangun nilai budaya. Bahkan pesantren mempunyai andil besar dalam pendidikan moral anak bangsa.
Hanya saja seiring bergulirnya waktu, pesantren kerap tergerus oleh kepentingan politik praktis. Sehingga, lanjutnya, pesantren kehilangan jati diri dan independensi. "Nah, agar pesantren tidak tergerus kepentingan politik itulah MP3I kami deklarasikan," pungkasnya. (lw2)



(sumber : www.beritajatim.com)



 (foto : beritajatim.com)

Kejaksaan Ajak Hindari Korupsi

Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Ade Tajudin Sutiawarman, SH., MH. sedang memberikan penjelasan.
Foto : Rahmat Sularso Nh./bejo.NET

Kejaksaan Negeri Jombang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang memberikan penjelasan dan bentuk-bentuk korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Jombang pada hari Rabu (2/10) melibatkan peserta dari Kepala SMP/SMA/SMK Negeri Se Kabupaten Jombang.

Counter HP dibobol maling, Ratusan Telepon Genggam Raib

gambar : ilustrasi

Aksi pembobolan counter handphone kembali terjadi di Jombang. Kali ini pelaku berhasil membongkar brangkas berisi puluhan handphone. Diduga pelaku mengetahui jika counter handphone tersebut tidak ada yang menunggui di malam hari.

Adalah Rochis Cell yang berlokasi di Jalan Irian Jaya tepatnya di Samping Pondok Tebuireng, Cukir, Diwek, yang menjadi sasaran pembobolan. Pelaku diduga melancarkan aksinya pada Kamis (12/9) dinihari.

Pembobolan diketahui saat tiga karyawan toko hendak membuka tokonya.. Mereka kaget karena jendela belakang toko dalam keadaan rusak dan terbuka. Ugh, etalase toko juga berantakan. Setelah dicek, ternyata ratusan handphone bermerk dan sebuah laptop sudah raib.

Polisi yang mendapat laporan datang ke lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan polisi pelaku masuk dengan cara menjebol jendela belakang toko. Polisi kesulitan memburu pelaku. Pasalnya, CCTV  ternyata tidak merekam aksi pelaku. Diduga, sebelum beraksi  kawanan pelaku memutus aliran sentral listrik toko yang berada di luar toko. Dengan matinya listrik, CCTV yang ada di toko tersebut otomatis tidak berfungsi.

Menurut Superviso Rochis Cell, Aris, meski CCTV yang berada di tokonya mati, polisi berhasil mengamankan CCTV lain yang berada diseberang toko. Akibat aksi pembobolan ini kerugian mencapai puluhan juta.[Aji]

Periksa Kendaraan, Polres Jombang Upayakan Jombang yang Aman

Pemeriksaan kendaraan di Polsek Mojoagung./Rahmat Sularso Nh.
beritajombang.net, Mojoagung - Tidak mau kecolongan terjadi pelbagai tindakan yang meresahkan masyarakat Jombang. Polres Jombang berupaya mengantisipasi sejak dari perbatasan masuk ke Jombang. Salah satunya di sebelah Timur Jombang yakni Kecamatan Mojoagung. Semua kendaraan pribadi yang melintas baik roda dua maupun roda empat diperiksa dengan teliti hingga ke bagian dalam kendaraan oleh anggota kepolisian bersenjata lengkap.

"Pelaksanaan pemeriksaan kendaraan malam ini (5/9) sudah rutin kami gelar," ungkap Kompol Dodot Dwianto, SH., MH., Kapolsek Mojoagung.

Pemeriksaan meliputi barang bawaan pengendara termasuk miras, senjata tajam dan seluruh benda-benda yang bisa mengancam keselamatan serta menganggu kenyamanan publik akan diamankan. Namun jika masih ditemukan beberapa pengendara yang tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) maka cukup diberikan peringatan. Sebaliknya kalau tidak dapat menunjukan surat kendaraan, untuk sementara kendaraan tersebut di tahan sampai mampu menunjukan surat-surat resminya.

Kompol Dodot Dwianto, SH., MH., menambahkan, "Operasi ini kami langsungkan selama dua jam. Mulai pukul 21.00 WIB sampai 23.00 WIB." 

Secara bergantian Polres Jombang di titik tertentu akan terus melakukan operasi yang serupa. Hal ini diharapkan agar Jombang tetap menjadi kota yang nyaman bagi siapa saja. Tanpa terjadi tindakan yang merugikan orang lain. (lar)

STKIP PGRI Jombang di Bobol Rampok

Ilustrasi : Net
beritajombang.net, JOMBANG -
STKIP  PGRI Jombang dirampok beberapa kawanan bersenjata pada Selasa (27/8) dini hari. Perampok leluasa menjarah barang-barang berharga termasuk sejumlah uang setelah melumpuhkan empat satpam.
Para satpam yang bertugas jaga malam itu adalah Gatot (35), Arifin (40), Joni (42) dan Samuji (37). Beruntungnya dalam kejadian tersebut tidak sampai jatuh korban luka. Diperkirakan uang yang dijarah pelaku jumlahnya cukup besar sampai angka ratusan juta rupiah. Sementara pihak Kepolisian masih terus melakukakan penyidikan terhadap kasus ini.

Menurut warga sekitar yang tidak berkenan disebutkan namannya, kejadian tersebut baru diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu terdapat beberapa warga yang melakukan jalan santai dan melintas di depan kampus keguruan itu. Walaupun terdengar rintihan dari pos satpam sebelah Utara awalnya mereka masih ragu-ragu. Tetapi rintihan itu kian berlanjut sehingga warga ingin memastikan suara apa. Sewaktu melihat di kaca jendela pos satpam. Terlihat empat satpan sudah diikat di dalam ruangan.

Staf Biro Adiministrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) STKIP PGRI Jombang, Enang menjelaskan beberapa ruangan di bagian depan di lantai 1 berhasil di acak-acak perampok. Mulai ruang Prodi Bahasa Inggris, BAAK, Prodi Ekonomi serta BAU. Alhasil beberapa berkas penting pun berhamburan di lantai. Termasuk gaji dosen dan karyawan yang sudah disiapkan turut raip.

Polisi yang datang setelah mendapat laporan langsung memberikan garis pembatas guna memperlancar penyidikan. Sementara itu, keempat satpam yang di sekap tadi masih menjalani pemeriksaan di Polres Jombang. (lar)

Lebaran Renggut Keperawanan

Ilustrasi : Net.
beritajombang.NET, KESAMBEN - Malang benar nasib Melati (16) sebut saja begitu gadis belia yang masih duduk di bangku sekolah menengah tersebut mesti merelakan keperawanannya direnggut M. Bagus Kurniawan, warga Dusun Jerukwangi, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben di rumahnya.

Melati yang tinggal di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben sengaja pada lebaran kedua (9/8) datang kerumah M. Bagus Kurniawan. Merasa sudah mengenal dan berteman dekat tidak ada prasangka apa pun. Mereka pun asyik berbincang sambil sesekali bercanda. Lain di otak M. Bagus Kurniawan, memanfaatkan kondisi rumah yang sedang sepi. Seluruh keluarga sedang bersilahturahmi ke luar sehingga tinggalah mereka berdua. M. Bagus Kurniawan memaksa Melati memenuhi hasrat setannya itu.

Dengan nada ancaman, Melati pun bungkam tidak berani bercerita kepada keluaraganya. Selang berapa hari kemudian barulah Melati memberanikan diri bercerita. Langsung saja di laporkan ke pihak kepolisian. Pelaku ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan setelah korban melapor.

"Pelaku sudah kami tangkap. Kasus ini terungkap berkat laporan keluarga korban. Pelaku terancam Undang-undang perlindungan anak," ungkap Kepala Sub Bagian Human Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo.

Keluarga sempat menaruh curiga terhadap perubahan sikap Melati. Ia lebih sering berdiam diri dan mengurung di kamar. Keluarga mendesak Melati untuk bercerita, awalnya bungkam dan tidak mau bercerita. Namun setelah di desak berkali-kali akhirnya Melati mengakui dan pihak keluarga segera melaporkan. (lar)

Demi Profesi, Tanggalkan Keluarga Saat Lebaran

Foto : Munthis Stanislavski/bejo.NET
Jombang, beritajombang.NET - Gema takbir berkumandang dari surau-surau dan dilengkapi bunyi petasan yang memercikan keindahan sinarnya. Namun kebahagiaan di hari kemenangan Idul Fitri 1434 Hijriyah tidak dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat di Kabupaten Jombang. Contohnya adalah penjaga pintu perlintasan kereta api. Mereka harus berjaga 24 jam penuh untuk mengamankan jalannya kereta api.

Muhammad Selamet, 37 Tahun. Penjaga pintu perlintasan kerera api di PJL 72 Desa Pandanwangi Jombang. Harus lebih menahan kerinduan akan keceriaan bersama dengan keluarga di hari yang fitri. Hal itu disebabkan dirinya harus tetap menjalankan tugasnya sebagai penjaga pintu perlintasan kereta api. Walaupun semua sedang bergembira menyambut kemenangan setelah sebulan berpuasa. Selamet tetap teguh terhadap tanggungjawabnya.

Sudah tiga bulan terakhir Selamet menjaga pintu perlintasan kereta api di PJL 72 Desa Pandanwangi Jombang. Sebelumnya Selamet hanya bertugas dalam perbaikan rel perlintasan kereta api. Namun Ia harus berpindah tugas dan selalu siap siaga saat jam tugasnya berlangsung.

"Sehari jam kerjanya sekitar 8 jam. Tidak boleh mengantuk dan harus waspada." ungkap ayah satu anak ini.

Tugasnya yang penuh resiko pun harus dijalankan dengan segsama. Jangan sampai lengah atau ketiduran karena bisa menimbukan korban. Selamet sendiri sudah menikmati pekerjaan ini. Sampai-sampai jika kantung mulai berkunjung Ia tidak segan menghilangkannya dengan berjalan di atas rel kereta api. Sayangnya kadang ada ganjalan yang memperkeruh pekerjaannya. Seperti jika terjadi kemacetan dan pengendara yang memaksa menerobos di pintu perlintasan kereta api. Padahal sudah ada bunyi peringatan kereta api akan datang dan palang penutup pintu perlintasan kereta api mulai turun.

Hari Raya Idul Fitri pun Ia tetap bekerja dan bebannya semakin besar. Volume kereta api yang melintas bisa bertambah dan jamnya pun tidak bisa ditentukan seperti hari biasanya. Ia hanya memperhatikan rambu peringatan atau sirine sebelum kereta datang. Biasanya 2-5 menit sebelum kereta datang sirine yang tepat berada di sebelah tempatnya berjaga akan berbunyi.

Ditemui di ruang jaganya yang berukuran 3x6 meter, Selamet mengakui, "Sebenarnya saya juga ingin seperti orang-orang. Bisa berkumpul dengan keluarga dan jalan-jalan bersama." (lar)

Lima Perampok Bercelurit Bacok Penjaga Gudang

Foto : Yusuf W/beritajatim.com
Jombang (beritajombang.NET) --Komplotan rampok bersenjata celurit beraksi di Jombang. Korbannya adalah Kacung (33), penjaga penggilingan padi (selep) di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Jumat (14/6/2013) sekitar pukul 02.00 dini hari. Laki-laki dengan satu anak ini tumbang dengan sejumlah luka setelah bacok celurit para pelaku yang berjunlah lima orang.  Usai melumpuhkan korban, para perampok menggondol barang berharga berupa uang tunai, handphone (HP), serta sejumlah perhiasan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 juta. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polsek setempat, sedangkan korban langsung dilarikan ke RSUD Jombang guna menjalani perawatan medis.  Minarsih (30), istri korban mengungkapkan, kejadia itu terjadi ketika ia dan keluarganya sedang terlelap tidur. Tiba-tiba Minarsih dan Kacung dikejutkan suara orang yang membentak-bentak. Para lelaki misterius itu meminta agara Kacung dan istrinya bangun dan menunjukkan di mana mereka menyimpan barang berharga. Bukan itu saja, para pelaku juga menodongkan senjata tajam berupa celurit dan pedang.  Dalam kepanikan itu, Kacung berusaha berteriak minta tolong. Akibatnya cukup fatal. Kawanan perampok tersebut langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban berkali-kali. Kacung  pun tumbang, darah segar muncrat dari tubuhnya. Dia akhirnya tertelungkup di lantai kamar.  Tiga orang pelaku yang masuk kamar itu tidak mau kecolongan. Mereka kemudian mengikat Minarsih menggunakan tali rafia serta melakban mulut korban. Hal serupa juga dialami Dimas (10), anak semata wayang Kacung. Bocah yang masih duduk di kelas III sekolah dasar itu juga disekap dengan diikat tangannya. Berhasil melumpuhkan seluruh penghuni rumah, kawanan perampok itu kemudian menguras seluruh harta milik korban.  Minarsih menambahkan, ia baru bisa lepas sekapan saat para perampok meninggalkan rumahnya. Dengan dibantu sang suami, ia berhasil melepaskan tali pengikat yang melingkar di tangannya. Ia kemudian keluar rumah melalui pintu jendela guna mendapatkan pertolongan.  "Barang-barang yang hilang meliputi, uang tunai sebesar Rp 200 ribu, dua unit HP merk Nokia dan Cross, tiga buah gelang emas senilai Rp 2 juta, kalung beserta liontin senilai Rp 1,5 juta, serta anting-anting emas senilai Rp 250 ribu. Bahkan helm dan sarung milik suami saya juga dibawa kabur. Total kerugian sekitar Rp 4 juta," kata Minrasih ketika ditemui di RSUD Jombang.  Meski para pelaku tidak menggunakan penutup wajah, namun Minarsih mengaku tidak hafal muka para perampok. Selain dalam kondisi panik, para perampok juga terus menebar ancaman, sehingga Minarsih lebih banyak menunduk. Dia hanya memastikan bahwa kawanan perampok itu berjumlah 5 orang. Modusnya, tiga orang masuk rumah, sedangkan dua orang lainnya berjaga di luar. "Mereka sepertinya membawa mobil," katanya berkisah.  Minarsih juga yakin bahwa para perampok tersebut salah sasaran. Karena meski keluarganya tinggal di rumah bertingkat, namun itu bukan rumahnya sendiri. Karena Kacung hanyalah menjaga rumah miliknya juragannya, yakni Sumardi, pemilik penggilingan padi tersebut.  Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo membenarkan kejadian itu. Pihaknya juga sudah menurunkan sejumlah anggota untuk melakukan proses identifikasi di TKP (Tempat Kejadian Perkara). "Kami masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku," pungkas Widodo. [lw2]

Pencuri Mutilasi Sapi Di Sumobito

Jombang (beritajombang.NET) - Pencurian hewan dengan cara memotong-motong untuk diambil beberapa bagian dagingnya, kembali terjadi, Rabu (12/6/2013). Sapi betina milik Khoiri (39), warga Dsn Dowong, Ds Nglele, Kec Sumobito jadi sasaran pelaku. Pada waktu ditemukan sudah dalam keadaan terpotong-potong. Kepala dan empat kaki sapi tersebut lenyap digondol pelaku.

Sebelumnya, usai digembala pada sore harinya, sapi milik korban langsung dimasukkan ke kandang yang berada di belakang rumahnya dan mengunci pintu kandangnya. Keesokan paginya, ketika korban hendak mengeluarkan sapi betina berwarna merah miliknya dari kandang, korban seketika kaget. Pasalnya korban mendapati pintu kandang terbuka lebar dan sapi betina miliknya sudah tidak ada lagi. Saat  itu juga korban  mencari ke sekitar kandang. Betapa terkejutnya, matanya melihat seonggok bangkai sapi, ternyata potongan tubuh hewan tersebut tak lain adalah sapi miliknya

Bagian kepala dan 4 kaki sapi miliknya amblas. Mengetahui sapi miliknya dicuri dan dipotong-potong, korban segera lapor ke polsek setempat. Atas laporan tersebut, beberapa petugas segera tiba di lokasi. Selain meminta keterangan saksi-saksi, petugas juga lakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). "Segera dilakukan penyelidikan untuk ungkap pelakunya," jelas AKP Sugeng Widodo, Kasubbag Humas Polres Jombang. [lw2]

Janda Tua Sebatangkara Tewas Di Kamar Mandi



Jombang (beritajombang.net) - Warga Kaliwungu Kecamatan Jombang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat Sulasih (60), Janda tua, di kamar mandi rumahnya, Jalan Wisnu Wardhana, Rabu (8/5/2013). Belum diketahui penyebab meninggalnya korban.

Ditemukannya mayat korban berawal dari kecurigaan warga sekitar. Pasalnya, sejak dua hari ini Sulasih tidak pernah keluar rumah. Sudah begitu, semua pintu rumah miliknya juga terkunci rapat. Selama ini, Sulasih memang tinggal sendiri di rumah tersebut. Karena anak-anaknya tinggal di Surabaya dan Kediri.

Kecurigaan lainnya, Sulasih kerap mengeluh kepada tetangga kalau akhir-akhir ini kepalanya sering pusing. Dari kecurigaan itu warga sepakat mendobrak rumah yang berdekatan dengan Pasar Pon Jombang itu.    Begitu pintu terbuka, warga kemudian Sulasih di setiap kamar. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Ketika dicari ke kamar mandi, warga kaget karena melihat tubuh sulasih tertelungkup di lantai kamar mandi.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo membenarkan temuan mayat tersebut. Namun demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya korban. Polisi hanya menduga, korban meninggal akibat serangan daraj tinggi kemudian ambruk tanpa mendapatkan pertolongan. "Untuk memastikannya, kami membawa jasad korban ke RSUD Jombang untuk visum," pungkas Sugeng Widodo.(lw2)

Rampok Bersenpi Rampok Toko Kelontong, 250 Juta Di Gondol

Jombang (Beritajombang.net)- ) - Komplotan perampok bersenjata api (bersenpi) menyatroni Toko Sumber Mulyo, milik Tjiok Shiok Khing alias Lilik (45), di Jl KH Hasyim Asyari, Jombang, Sabtu (4/5/2013). Usai menyekap pemilik toko, komplotan tersebut kemudian menggasak uang sebesar Rp 250 juta.
Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, aksi perampokan yang berlangsung cukup cepat tersebut diketahui pukul 06.00 WIB. Sebelumnya, korban bersama dengan 2 orang pembantunya tengah bersiap-siap hendak membuka toko. Bersamaan dengan itu, datang sebuah mobil jenis Avanza warna silver, nopol tak diketahui tepat di depan toko.
Korban tak curiga dan terus lakukan aktifitasnya. Ada 4 orang langsung turun dari mobil, sedangkan satu orang lagi yang bertindak sebagai sopir menunggu di mobil dengan mesin yang menyala. Awalnya, korban mengira kalau empat orang tersebur hendak berbelanja. Namun ketika sudah dekat, tanpa banyak omong, salah satu pelaku menodongkan senjata tajam ke arah korban. Bahkan, satu orang lainnya langsung menodongkan senpi ke arah dua pembantu toko tersebut.
"Saya dan dua pembantu langsung diikat dengan menggunakan tali sumbu kompor. Para pelaku mengancam agar tak berteriak. Kalau saya berteriak, akan dibunuh. Saat itu saya hanya bisa berdoa," ujar Lilik, pemilik toko, ketika menceritakan petaka yang menimpanya.
Berhasil melumpuhkan korban, para pelaku kemudian menguras isi laci. Hasilnya, uang sebanyak Rp 250 juta langsung mereka sikat. Selanjutnya, komplotan bandit itu segera kabur. Tak lama, korban berhasil melepaskan diri dan minta tolong. Selain itu, pengusaha tersebut melapor ke polisi.
"Setelah menerima laporan, kami segera menerjunkan anggota guna melakukan olah TKP. Kami juga menghimpun data dari para saksi. Pelaku jumlahnya lebih dari empat orang. Ciri-ciri pelaku sudah diketahui dan kini dilakukan pengejaran," ujar AKP Sugeng Widodo, Kasubbag Humas Polres Jombang (bjt)
sumber : beritajatim.com

 
Copyright © 2015 Hallo Jombang. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger